Monday, March 28, 2011

Persiapan menghadapi Gempa Bumi di Malaysia


"Rakyat Malaysia perlu lebih bersedia mulai sekarang kerana Malaysia dijangka tidak terlepas daripada mengalami kejadian gempa bumi pada masa akan datang demikian menurut Pakar Geologi, Prof. Madya Dr. Tajul Anuar Jamaluddin. Apakah persediaan tersebut, adakah membina bangunan dan rumah yang tahan gempa, menyiapkan beg kecemasan dan beg bekalan disetiap rumah, menyediakan amal ibadah yang secukupnya bagi menghadapi maut, gempa bumi atau kiamat kecil? Di hujung artikel ini diberikan sedikit panduan Persiapan menghadapi Gempa Bumi di Malaysia.

Beberapa kejadian gempa bumi pada skala Richter yang kecil sebelum ini yang dilaporkan di Malaysia pada pautan berikut :

RAKYAT KENA SEDIA HADAPI GEMPA
Kosmo 28 Mac 2011

KUALA LUMPUR - Penduduk di negara ini perlu lebih bersedia kerana Malaysia dijangka tidak terlepas daripada mengalami kejadian gempa bumi pada masa akan datang.

Pakar Geologi, Prof. Madya Dr. Tajul Anuar Jamaluddin berkata, kemungkinan itu ekoran daripada retakan-retakan besar (sesar) yang terdapat di dalam kerak bumi.

Katanya, walaupun ketika ini retakan itu tidak aktif tetapi gerakan pada kerak bumi yang didorong oleh gempa di sekeliling Semenanjung Malaysia boleh mengundang bencana tersebut.

"Kekerapan berlakunya gempa bumi di sekeliling Malaysia, contohnya di Indonesia, Myanmar dan Jepun akan mendorong patahan pada retakan-retakan besar ini seterusnya ia akan aktif dan menghasilkan gempa bumi.



TITIK GEMPA HAMPIRI MALAYSIA
Kosmo 27 Mac 2011

KUALA LUMPUR – Kekerapan kejadian gempa bumi sejak beberapa tahun kebelakangan ini dipercayai mengakibatkan kedudukan titik gempa di Sumatera, Indonesia beralih dan semakin menghampiri Malaysia.

Pakar geologi, Profesor Madya Datuk Dr. Mohamad Ali Hasan berkata, beliau tidak menolak kemungkinan itu kerana titik gempa biasanya akan mengalami pergerakan sebanyak satu sentimeter setahun jika gempa bumi kerap berlaku di sesebuah kawasan.

Beliau berkata, hakikat tersebut terbukti apabila penduduk negara kini semakin kerap merasai kesan gegaran gempa bumi yang berlaku di negara-negara sekitar rantau ini berbanding sebelum ini.



PEK KECEMASAN, BERSEDIAKAH ANDA MENGHADAP BENCANA?

Pastikan rumah dan kenderaan sentiasa tersusun tidak menghalang laluan untuk menyelamatkan diri.

CONTOH BEG KECEMASAN (Beg yang senang dibawa/beg galas)

Dokumen penting, geran tanah, buku bank dll

Wang tunai

Barangan kemas

Telefon bimbit

Lampu picit

Kit pertolongan cemas

Ubatan penting

CONTOH BEG BEKALAN (Beg yang senang dibawa/beg galas)

Bekalan air minima 3 liter seorang

Makanan untuk 3 hari (coklat, makanan dalam tin dan makanan segera)

Pisau/pembuka tin

Mancis, lilin

Dapur kecil dan periuk kecil

Sepersalinan pakaian, berus, ubat gigi, sabun

Baju hujan, Wisel

Selimut

Radio kecil

Plastik barangan


BEKALAN YANG PALING PENTING UNTUK UMAT ISLAM

Mahirkan diri bertayamum

Bertaubat

Buat semua yang Allah dan Rasul suruh

Tinggalkan semua yang Allah dan Rasul tegah

Amal ibadah sebagai Bekalan Alam Kubur, Alam Barzakh, Padang Mahsyar, Hari Penentuan, Hari Pengadilan.

Saturday, March 26, 2011

Kenapa Harus Sujud dan Menghadap Kiblat

Kenapa Harus Sujud dan Menghadap Kiblat?

"Dan salah satu ajaran yg ditinggalkan & dihina oleh umat christian itu ialah MENGHADAP KIBLAT & SUJUD.Orang bukan islam, sering kali menghina Islam dengan mengatakan Islam menyembah batu Hitam di Ka’bah.

Mereka sering memfitnah muslim menyembah kotak Hitam Ka’bah itu sendiri dengan alasan umat Islam selalu menghadap Ka’bah dalam melaksanakan Shalat 5 waktu, Shalat Sunnat. Umat Islam pun dilarang buang air kecil maupun besar dengan mengahadap Ka’bah.
Padahal, justru mereka umat Non-Islam itu sendiri lah yang mengingkari Kitabnya yang ada ditangan mereka sendiri karena perintah menghadap Kiblat ini telah diperintahkan pula pada Nabi-Nabi sebelum Rasullullah Muhammad SAW baik dalam Perjanjian Lama maupun perjanjian baru.

Bahkan setiap Nabi memiliki Kiblat & tugu batu untuk melakukan Thawaf atau mengelilingi batu tersebut, hanya mereka umat non-Islam saja yang tidak pernah membaca Kitab mereka sehingga secara tidak sadar mereka malah menghina Kitab yang ada ditangan mereka sendiri.

Mengapa mereka tidak pernah membaca kitab mereka? Setidaknya ada 2 alasan:

1. Bagi umat Katolik, membaca Kitabnya merupakan hal yang tabu karena membaca Alkitab harus dibimbing oleh Pastur & dihindari membaca Alkitab secara sendiri.

2. Mereka telah merasa aman dan tidak perlu membaca alkitab secara keseluruhan karena doktrin gereja yang menjamin mereka masuk surga asal bermodal percaya & mengakui saja.


Dalam Alkitab mereka sendiri, jelas tertulis bahwa Shalat itu harus menghadap kiblat, ini ayatnya:

Mazmur 5:8 Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah KE ARAH BAIT-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau.

Mazmur 138:2 Aku hendak sujud KE ARAH BAIT-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu.

Yehezkiel 44:4. Lalu dibawanya aku melalui pintu gerbang utara ke depan Bait Suci; aku melihat, sungguh, rumah TUHAN penuh kemuliaan TUHAN, maka aku sujud menyembah.

Daniel 6:10 Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka KE ARAH YERUSALEM; TIGA KALI SEHARI ia berlutut, BERDOA SERTA MEMUJI ALLAHNYA, seperti yang biasa dilakukannya.

Jelas disitu tertulis bahwa:

1. Beribadah itu dengan Sujud, muka ke tanah, mengapa umat Non Islam tidak pernah sujud?

2. Beribadah itu dengan menhadap ke Kiblat, mengapa umat Non Islam tidak pernah menghadap Kiblat?

3. Disamping sujud maka ada pula berlutut, duduk diantara dua sujud, mengapa umat Non Islam tidak berlutut?

4. Setidaknya dilaksanakan tiga kali sehari, mengapa umat Non Islam tidak setiap hari? Malah hanya satu kali per minggu?

5. Setelah Shalat (Pray=berdoa) lalu dilanjutkan dengan memuji Allah (berdzikir), Umat mana yang melaksanakan ke lima hal ini? Umat Islam!


Setiap umat memiliki kiblatnya masing-masing, setiap umat memiliki arah masing-masing kemana dia menghadap. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan Al-Qur’an:

QS.2: 148. Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

QS.2: 142. Orang-orang yang kurang akalnya diantara manusia akan berkata: "Apakah yang memalingkan mereka dari kiblatnya yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?" Katakanlah: "Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus."

Dalam Alkitab christian pun jelas tertulis bahwa nabi-nabi terdahulu pun memiliki bait Allah masing masing… banyak sekali ayatnya… lebih dari 100 ayat dan termasuk perjanjian baru pada masa Nabi Isa sekalipun…

Dan Yesus pun tidak pernah menghapus Taurat meski satu titik kecil sekalipun, artinya Hukum Taurat & kitab-kitab para Nabi terdahulu masih tetap berlaku:

Matius 5:17. "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

Lukas 16:17 Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal.

Lalu mengapa mereka malah menghina Sujud menghadap Bait Allah? Mengapa mereka menghina Shalat & mengatakan nunggang nungging?

Padahal Yesus pun Shalat dengan bersujud muka ke tanah dan Yesus pun berlutut serta merebahkan diri ke tanah persis bagaimana Muslim melaksanakan Shalat dengan Sujud, berlutut, merebahkan diri ke tanah:

Matius 26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."

Markus 14:35 Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya.

Dari dua ayat diatas maka dapat disimpulkan:

1. Yesus sujud kepada Allah, sebagaimana orang Islam sujud. Tidak ada tatacara ibadah dengan sujud muka ke tanah kecuali umat Islam. Kenapa umat non Islam menghina Sujud dengan mengatakan nungging?

Padahal Yesus pun sujud! Bibir mereka memuji Yesus, tapi hatinya jauh dari Yesus:

Matius 15:8 Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. 15:9 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia."

2. Yesus menyembah pada Allah, berdoa kepada Allah. Setiap yang berdoa pada Allah berarti bukan Allah & bukan Tuhan, sebagaimana saudara berdoa pada Allah, berarti saudara bukan Allah. Hanya umat Islam-lah yang murni berdoa HANYA pada Allah langsung tanpa melalui perantara Yesus, tanpa perantara Malaikat, tanpa perantara Bunda Maria, tanpa perantara Rasul atau Santo.

Matius 4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan HANYA KEPADA DIA SAJALAH engkau berbakti!"

3. Yesus maju sedikit dari ke dua muridnya sebelum sujud, artinya Yesus menjadi Imam shalat bagi ke tiga muridnya. Hal semacam ini pun hanya dilaksanakan oleh umat Islam, dimana imam maju sedikit, 1 shaft didepan para makmum lainnya. Adakah umat agama lain yang melaksanakan hal demikian?

4. Yesus tidak meminta sesuai kehendak dirinya, tapi sesuai kehendak Allah, artinya Yesus berserah diri pada Allah, berserah diri pada Allah ini artinya Muslim. Banyak sekali ayat dalam alkitab dimana Yesus berserah diri kepada Allah. Kata “Muslim” dalam bahasa arab pun berarti berserah diri pada Allah.

Dalam alkitab christian pun jelas menulis bahwa:

Nabi Ibrahim bersujud:
Kejadian 17:3 Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya.....

Nabi Lot bersujud:
Kejadian 19:1 Kedua malaikat itu tiba di Sodom pada waktu petang. Lot sedang duduk di pintu gerbang Sodom dan ketika melihat mereka, bangunlah ia menyongsong mereka, lalu sujud dengan mukanya sampai ke tanah,

Nabi Ezra bersujud:
Ezra 10:1 Sementara Ezra berdoa dan mengaku dosa, sambil menangis dengan bersujud di depan rumah Allah, berhimpunlah kepadanya jemaah orang Israel yang sangat besar jumlahnya, laki-laki, perempuan dan anak-anak. Orang-orang itu menangis keras-keras.

Nabi Yosua bersujud:
Yosua 5:14 Lalu sujudlah Yosua dengan mukanya ke tanah, menyembah dan berkata kepadanya: ”Apakah yang akan dikatakan tuanku kepada hambanya ini?

Nabi Daud bersujud:
Mazmur 95:6 Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan Tuhan yang menjadikan kita

Nabi Musa bersujud
Keluaran 34:8 Segeralah Musa berlutut ke tanah, lalu sujud menyembah

Nabi Harun bersujud
Bilangan 20:6 Maka pergilah Musa dan Harun dari umat itu ke pintu Kemah Pertemuan, lalu sujud. Kemudian tampaklah kemuliaan TUHAN kepada mereka.

Nabi Ibrahim bersujud, Nabi Daniel bersujud, Nabi Musa bersujud, Nabi Harun bersujud, Nabi Daud bersujud, Nabi Sulaiman bersujud, Nabi Yosua bersujud, Nabi Yehezkiel & para Nabi lain pun bersujud, bahkan Yesus pun bersujud!!!

Lalu mengapa orang christian menghina muslim bersujud dengan hinaan nunggang nungging? Mengapa mereka sendiri tidak pernah sujud? Apa mereka tidak ingin mengikuti jalan para Nabi terdahulu & Nabi Isa sendiri dengan bersujud muka ke tanah? Mengapa mereka menginkari sujud yang dicontohkan para Nabi terdahulu?

Terlebih lagi, Nabi-nabi terdahulu selalu mendirikan tugu yang kemudian akan didekatnya akan didirikan Rumah Allah / Bait Allah / Betel / Baitullah.

Kejadian 31:13 Akulah Allah yang di BETEL itu, di mana engkau mengurapi TUGU, dan di mana engkau bernazar kepada-Ku; maka sekarang, bersiaplah engkau, pergilah dari negeri ini dan pulanglah ke negeri sanak saudaramu."

Kejadian 28:18 Keesokan harinya pagi-pagi Yakub mengambil BATU yang dipakainya sebagai alas kepala dan mendirikan itu MENJADI TUGU dan menuang minyak ke atasnya.

Kejadian 28:22 Dan BATU YANG KUDIRIKAN SEBAGAI TUGU ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu."

Kejadian 31:45 Kemudian Yakub mengambil SEBUAH BATU DAN DIDIRIKANNYA MENJADI TUGU.

Kejadian 31:51 Selanjutnya kata Laban kepada Yakub: "Inilah TIMBUNAN BATU, DAN INILAH TUGU yang kudirikan antara aku dan engkau--

Kejadian 31:52 TIMBUNAN BATU DAN TUGU inilah menjadi kesaksian, bahwa aku tidak akan melewati timbunan batu ini mendapatkan engkau, dan bahwa engkaupun tidak akan melewati timbunan batu dan tugu ini mendapatkan aku, dengan berniat jahat.

Kejadian 35:14 Kemudian Yakub mendirikan tugu di tempat itu, yakni TUGU BATU; ia mempersembahkan korban curahan dan menuangkan minyak di atasnya.

Matius 23:16 Celakalah kamu, hai pemimpin-pemimpin buta, yang berkata: Bersumpah demi Bait Suci, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi emas Bait Suci, sumpah itu mengikat.

Jadi, mengapa mereka menghina ibadah Haji & Thawaf Keliling Ka’bah jika itu semua jelas terdapat dalam kitab mereka sendiri & juga dilakukan serta dicontohkan oleh para nabi terdahulu?

Didalam Islam, menghadap Ka’bah bukanlah merupakan suatu kebaikan, sebagaimana tertulis:

QS.2: 177. Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar; dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

Qs.3 Ali Imran:85 Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka SEKALI-KALI TIDAK AKAN DITERIMA daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi

Qs.3 Ali Imran:19 Sesungguhnya agama disisi Allah HANYALAH Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya

VIDEO LUCAH DAN DOSA POLITIK

VIDEO LUCAH DAN DOSA POLITIK
Prof Madya Dr Mohd Asri Zainul Abidin

Dalam budaya manusia tiada nilai agama dan tamadun berakhlak, isu keaiban peribadi dijadikan mainan golongan yang selekeh. Maka muncullah kisah seks dan skandal peribadi tokoh politik itu dan ini sebagai senjata beracun membunuh musuh politik masing-masing.

Dalam Islam, perbuatan mendedahkan keaiban peribadi sebagai senjata politik adalah perbuatan yang dilarang oleh Allah dan rasulNya. Ia haram. Hanya mereka yang jahil nas-nas agama sahaja yang menyangka itu adalah suruhan syarak. Malangnya praktik ini telah diamalkan oleh ramai tokoh dan penceramah politik sejak dahulu lagi di negara kita ini.

Samada PAS, UMNO dan PKR; ramai individu dalam parti-parti itu telah terbabit dalam perkara yang diharamkan oleh syarak ini. Tuduhan seks, arak, kaki judi dan seumpamanya sudah menjadi ringan di lidah mereka. Bahkan kadang-kala mereka menghina rupa ciptaan Allah yang ada musuh-musuh politik mereka seperti mengatakan si botak, gagap, hidung besar, mamak dan lain-lain. Mereka melanggar pantang larang agama dalam berpolitik.

Wabak inilah sedang memakan diri mereka sendiri. Mereka yang tiada etika dan akhlak telah dan akan terus terbabit dalam hal ini. Sedangkan Nabi s.a.w

“Sesiapa yang menutup (keburukan) seorang muslim, Allah tutup (keburukannya) di dunia dan akhirat” (Riwayat Muslim).

video.jpg

- Gambar Hiasan

Aib Peribadi

Islam melarang didedahkan aib peribadi yang tidak membabitkan kezaliman terhadap orang lain. Aib peribadi seperti zina, minum arak, berjudi dan seumpamanya hendaklah ditutup semampu mungkin. Jika hendak didakwa, hendaklah di mahkamah dan bukan untuk tontonan orang ramai. Pun begitu, Islam mengetatkan syarat saksi dan proses penyaksian.

[ADS] Ingin memasuki tajuk muka depan akhbar? Inilah peluang anda!

Bagi kes zina, jika gagal dipenuhi syarat, penuduh boleh dijatuhkan hukuman qazaf. Tujuannya, untuk mengelakkan perangai suka menuduh dan mendedahkan aib peribadi orang lain. Sebab itu penzina dihukum 100 sebatan dan yang menuduh tanpa empat orang saksi 80 sebatan. Angka yang hampir bagi menunjukkan kesalahan menuduh tanpa empat orang saksi –sekalipun mungkin benar- adalah berat di sisi agama.

Firman Allah(maksudnya):

“Dan orang-orang yang melemparkan tuduhan (zina) kepada perempuan yang terpelihara kehormatannya, kemudian mereka tidak membawakan empat orang saksi, maka sebatlah mereka lapan puluh kali sebat; dan janganlah kamu menerima persaksian mereka itu selama-lamanya; kerana mereka adalah orang-orang yang fasik. (Surah al-Nur: ayat 4).

Nabi s.a.w sendiri mengelakkan agar aib itu didedahkan, bahkan disuruh bertaubat secara sendirian; dengan solat dan istighfar. Dalam riwayat Muslim, seorang lelaki datang kepada Rasulullah dan berkata:

“Wahai Rasulullah, aku mengubati seorang wanita di hujung bandar. Aku telah melakukan kepadanya (seks), cuma aku tidak menyetubuhinya. Inilah aku, maka hukumlah aku apa yang engkau mahu. Lalu ‘Umar (Ibn Khattab) berkata kepadanya: “Allah telah tutupi keaibanmu jika engkau menutupi dirimu”. Nabi s.a.w tidak berkata apa-apa. Lalu lelaki itu bangun dan pergi. Nabi s.a.w menyuruh seorang lelaki memanggilnya dan membaca kepadanya firman Allah (maksudnya) “Dan dirikanlah sembahyang pada dua bahagian siang (pagi dan petang), dan pada waktu-waktu yang berhampiran dengannya dari malam. Sesungguhnya kebaikan itu menghapuskan kejahatan. Perintah-perintah Allah Yang demikian adalah menjadi peringatan bagi orang-orang Yang mahu beringat” (Surah Hud ayat 114). Maka ada seorang bertanya: “Wahai Nabi Allah, ini khas untuknya sahajakah? Jawab Nabi s.a.w: “Bahkan untuk manusia keseluruhannya”.

Bukan Bukti Asas

Rakaman video bagi kes maksiat peribadi tidak boleh dijadikan asas bukti. Bagi kes zina hendaklah dengan empat orang saksi. Tiada keperluan untuk pencarian bukti sampingan. Itu soal dosa insan dengan Allah bukan dengan orang lain. Jika ia terlepas, mahkamah Allah di mahsyar tetap ada, atau mungkin dia bertaubat. Tiada pihak yang rugi atau untung melainkan dirinya sendiri.

Kata Dr Yusuf al-Qaradawi mengenai usaha mencegah kemungkaran:

“Kemungkaran itu mesti nyata dan dilihat. Adapun jika pelakunya melakukannya secara sembunyian dari pandangan manusia dan menutup pintu rumahnya, maka tidak seorang pun boleh mengintipnya atau merakamnya secara diam-diam dengan menggunakan alat elektronik atau kamera video atau menyerbu rumahnya untuk memastikan kemunkarannya. Inilah yang ditunjukkan pada lafaz hadis “barangsiapa yang melihat kemungkaran, maka hendaklah dia mengubahnya….”

Dikaitkan kewajipan mengubah itu dengan melihat atau menyaksikan kemunkaran. Tidak dikaitkan dengan mendengar tentang kemunkaran dari orang lain. Ini kerana Islam tidak menjatuhkan hukuman kepada orang yang mengerjakan kemungkaran secara bersembunyi dan tidak menampakkannya. Diserahkan hanya kepada Allah untuk menghisabnya pada hari kiamat. Hisab ini bukan menjadi wewenang seseorang di dunia. Sehinggalah dia melakukannya secara terang-terangan dan menyingkap keaibannya.

Bahkan hukuman ilahi itu lebih ringan bagi orang menutupi kemungkarannya dengan menggunakan tabir Allah dan tidak menampakkan kederhakaannya sebagaimana yang disebutkan dalam hadith sahih: (bermaksud):”Setiap umatku diberikan keampunan kecuali orang-orang yang menampakkan (dosanya)” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim). Justeru, tiada seorang pun mempunyai wewenang untuk menjatuhkan hukuman terhadap kemungkaran-kemungkaran yang dilakukan secara sembunyian. (Al-Qaradawi, Min Fiqh al-Daulah fi al-Islam, m.s. 124, Kaherah: Dar al-Syuruq).

Berbeza Dengan Kes Kezaliman

Ia berbeza dengan kes jenayah terhadap lain seperti bunuh, curi, rompak, rogol, diliwat secara paksa, rasuah dan seumpamanya. Kes-kes ini perlu dibongkar dan diambil tindakan demi keadilan terhadap mangsa. Rakaman dalam kes-kes ini perlu diusahakan. Islam mengizinkan, bahkan menyuruh didedahkan bahaya atau kezaliman yang dilakukan yang boleh memudaratkan orang ramai dan rakyat.

Jika ada perasuah, atau perompak, atau perogol maka hendaklah diberi amaran kepada orang yang mungkin menjadi mangsa. Itupun hendaklah atas asas bukti yang kukuh, bukan sekadar andaian. Demikian juga boleh mendedahkan kepada pihak yang berkaitan seperti hakim, pengundi dan orang awam tentang kezaliman yang boleh menimpa diri atau orang lain.

Firman Allah: (maksudnya)

“Allah tidak suka kepada perkataan-perkataan buruk yang dikatakan dengan berterus-terang (untuk mendedahkan kejahatan orang); kecuali oleh orang yang dizalimi, dan (ingatlah) Allah sentiasa Mendengar, lagi Maha mengetahui.Jika kamu melahirkan sesuatu kebaikan, atau menyembunyikannya, atau kamu memaafkan kesalahan (yang dilakukan terhadap kamu), maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pemaaf lagi Maha Berkuasa”. (Surah al-Nisa: ayat 148-149).

Tidak Perlu Suruhanjaya

Tiada keperluan menubuhkan suruhanjaya khas bagi kes-kes maksiat peribadi. Ini hanya akan membazirkan harta rakyat. Al-Imam al-Ghazali (meninggal 505H) dalam kitabnya Ihya ‘Ulum al-Din telah menyebut mengenai rukun-rukun perlaksanaan Hisbah. Hisbah bermaksud perlaksanaan al-Amr bi al-Ma’ruf (menyuruh kepada makruf) apabila ia nyata ditinggalkan, dan al-Nahy ‘An al-Munkar (pencegahan kemunkaran) apabila ia nyata dilakukan.

Rukun ketiga yang disebut oleh al-Imam al-Ghazali ialah:

“Hendaklah kemungkaran tersebut zahir (jelas) kepada ahli hisbah tanpa perlu melakukan intipan. Sesiapa yang menutup sesuatu kemaksiatan di dalam rumahnya, dan mengunci pintunya maka tidak harus untuk kita mengintipnya. Allah Ta’ala telah melarang hal ini. Kisah ‘Umar dan ‘Abd al-Rahman bin ‘Auf mengenai perkara ini sangat masyhur. Kami telah menyebutnya dalam kitab Adab al-Suhbah (Adab-Adab Persahabatan).

Begitu juga apa yang diriwayatkan bahawa ‘Umar r.a. telah memanjat rumah seorang lelaki dan mendapatinya dalam keadaan yang tidak wajar. Lelaki tersebut telah membantah ‘Umar dan berkata: “Jika aku menderhakai Allah pada satu perkara, sesungguhnya engkau telah menderhakaiNya pada tiga perkara. ‘Umar bertanya: “Apa dia?”. Dia berkata: Allah ta’ala telah berfirman (maksudnya: Jangan kamu mengintip mencari kesalahan orang lain). Sesungguhnya engkau telah melakukannya. Allah berfirman: (maksudnya: Masukilah rumah melalui pintu-pintunya). Sesungguhnya engkau telah memanjat dari bumbung. Allah berfirman: (maksudnya: janganlah kamu masuk ke dalam mana-mana rumah yang bukan rumah kamu, sehingga kamu lebih dahulu meminta izin serta memberi salam kepada penduduknya). Sesungguhnya engkau tidak memberi salam. Maka ‘Umar pun meninggalkannya…

Maka ketahuilah bahawa sesiapa yang mengunci pintu rumahnya dan bersembunyi di sebalik dindingnya, maka tidak harus seseorang memasuki tanpa izin daripadanya hanya kerana ingin mengetahui perbuatan maksiat. Kecuali jika ia nyata sehingga diketahui oleh sesiapa yang berada di luar rumah tersebut..”(Al-Ghazali, Ihya ‘Ulum al-Din, 3/28, Beirut: Dar al-Khair 1990).

Ingatan

Muslim hendaklah mengelakkan diri dari terlibat dalam kes-kes seperti ini. Ia menjadi pengajaran kepada semua parti politik. Manusia-manusia yang rendah nilai dan maruah sanggup untuk terbabit dalam hal seperti ini sejak lama dahulu. Mereka ini ada dalam UMNO, PKR dan PAS. Sedangkan Allah berfirman (maksudnya)

“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah kebanyakan dari sangkaan (supaya kamu tidak menyangka sangkaan yang dilarang) kerana sesungguhnya sebahagian dari sangkaan itu adalah dosa; dan janganlah kamu mengintip mencari-cari kesalahan orang; dan janganlah setengah kamu mengumpat antara satu sama lain. Adakah seseorang dari kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati? maka sudah tentu kamu jijik kepadanya. (Oleh itu, patuhilah larangan-larangan yang tersebut) dan bertaqwalah kamu kepada Allah; sesungguhnya Allah Penerima taubat, lagi Maha mengasihani. (Surah al-Hujurat: 12).

Bangkit Generasi Baru!

Marilah kita bermufaraqah atau meninggal segala pelakon atau watak yang selekeh dan rela menghalalkan apa sahaja untuk kepentingan politik mereka. Tanpa mengira parti! Mereka mesti diusir dari pemainan bodoh ini. Kita tentang semua pelakon politik yang suka menyelak kain orang. Tak kira kerajaan atau pembangkang. Kita dijadikan ‘penonton bodoh’ yang seakan merelakan apa sahaja watak yang mereka lakunkan. Politik kita memerlukan nafas baru dan dibersihkan dari golongan yang jijik dan kotor ini! Kita perlukan politik idea, bagaimana dan cara membangunkan umat dan rakyat agar hidup berdisiplin, bermaruah dan bertamadun. Bukan cerita-cerita bodoh seperti ini!

Friday, March 25, 2011

SATU LAGI CARA NAK TAKUTKAN MELAYU

BETUL KE ADA HANTU?















nota:

satu rumah di london
dan satu di malaysia
boleh ke ni ?
tak langgar hukum apa apa ke?
ni halal ke?


AHMAD JUSOF: AKAD NIKAH DI MASJID MENYIMPANG DARI AMALAN NABI- mkini

Menjadikan masjid sebagai lokasi akad nikah adalah menyimpang dari amalan Rasulullah, kata seorang anggota Majlis Fatwa Perlis, Datuk Ahmad Jusoh.

Beliau berkata Rasulullah pernah mengingatkan umat Islam supaya tidak melakukan akad nikah dalam masjid kerana ia meniru penganut Kristian yang menikah dalam gereja dan Yahudi di rumah ibadat mereka.

nota:
hanya nak tanya
zaman nabi dulu ada nasi?
zaman nabi dulu ada jawi?
zaman nabi dulu ada jakim?
zaman nabi dulu ada kd pengenalan dan tulis agama?

zaman nabi dulu ada kursus bila nak kahwin?
zaman nabi dulu kalau tak pergi kursus boleh kahwin?

zaman nabi dulu ada pegawai agama masuk bilik hotel sampai siling?
zaman nabi dulu ada pegawai agama skodeng tepi tasik bawa kamera?
zaman nabi dulu ada pegawai agama skodeng tepi tasik minta tengok surat nikah?

zaman nabi dulu ada baca doa pada raja?

hanya nak tanya
jangan marah pulak
hanya nak bertanya
kah kah kah

nota:
pakai kasut dan stokin ni ok ke?
pakai pantalon dan kemeja ni ok ke?
kah kah kah

nota:
kes bunuh altantuya
tak buat pulak fatwa
kah kah kah

nota:
kes tipu pilihanraya
tak ada pulak fatwa
kah kah kah


nota:
api leterik kita pakai ni oke ke?
ni leterik kan kristian yang buat

nota:
ok ke pakai kereta ni?
kereta ni yahudi yang reka?

nota:
gi bank ok ke?
tak salah ke?
bank ni yahudi yang mulakan?
buka bank ni bukan ikut yahudi?
kah kah kah


SEJARAH

abjad a b c d ni asalnya dari orang kristian
ianya bermula di athens
pindah ke kota rom
itu pasal tulisan kita ini
dipanggil nama tulisan rumi
rom jadi rumi

boleh ke kita gunakan tulisan rumi ini
ianya berkembang dan dikembangkan oleh empire suci romawi
tulisan romawi ini menjelaj dunia kerana dikembangkan oleh padri

Akad Nikah Di Dalam Masjid - Ulasan Ilmiah


PENDAHULUAN - Baru-baru ini kita dikejutkan dengan kenyataan seorang anggota Majlis Fatwa Perlis, Datuk Ahmad Jusoh di dalam akhbar Utusan bertarikh 20 Mac 2011 bahawa akad yang dilakukan di dalam masjid menyimpang daripada ajaran Nabi SAW. Di kesempatan yang ada, dapat saya mengulas serba sedikit permasalahan ini.

Berita tersebut seperti berikut :

KANGAR, 20 Mac (Bernama) -- Menjadikan masjid sebagai lokasi akad nikah adalah menyimpang dari amalan Rasulullah, kata seorang anggota Majlis Fatwa Perlis, Datuk Ahmad Jusoh.

Beliau berkata Rasulullah pernah mengingatkan umat Islam supaya tidak melakukan akad nikah dalam masjid kerana ia meniru penganut Kristian yang menikah dalam gereja dan Yahudi di rumah ibadat mereka.

Ahmad yang juga ahli Majlis Hal Ehwal Agama Islam dan Adat Istiadat Melayu Perlis (MAIPs) berkata, walaupun pernah berlaku peristiwa akad nikah dalam masjid pada zaman Rasulullah namun ia berpunca dari kehadiran seorang wanita ke dalam masjid yang mahu dirinya dikahwini.

Kesanggupan seorang lelaki yang turut berada dalam masjid untuk mengahwini wanita itu menyebabkan Rasulullah melakukan akad nikah dalam masjid.

Ini adalah satu-satunya kes akad nikah dalam masjid yang dilakukan baginda, kata pendakwah itu hari ini ketika diminta mengulas keghairahan umat Islam ketika ini menjadikan masjid sebagai tempat akad nikah kerana menganggap ia lebih berkat.

Ahmad berkata adalah lebih baik akad nikah dilakukan di rumah pengantin.

Sumber - BERNAMA


PERBAHASAN BERDASARKAN HADIS

Nabi SAW bersabda :

أَعْلِنُوا هَذَا النِّكَاحَ ، وَاجْعَلُوهُ فِي الْمَسَاجِدِ ، وَاضْرِبُوا عَلَيْهِ بِالدُّفُوفِ

Hebahkanlah perkahwinan ini, dan adakanlah di dalam masjid, dan palulah dengan kompang untuk majlis ini.

Diriwayatkan oleh al Baihaqi di dalam Sunan Kubra hadis no. 15095, diriwayatkan juga oleh at Tirmizi di dalam Sunan Tirmizi hadis no. 1009

Imam at Tirmizi menyifatkan hadis ini sebagai Hadis Hassan Gharib.

Syeikh Badruddin al ‘Aini menyatakan di dalam Umdatul Qari bahawa ia juga telah diriwayatkan oleh Ibnu Majah, an Nasa’ie dan at Thabrani mengikut sanad yang berbeza di dalam kitab masing-masing, dan lafaz yang berbeza-beza.

(Badruddin al ‘Aini, Umdatul Qari Syarh Shahih al Bukhari, terbitan Multaqa Ahlul Hadis, tahun 2006, bil 29, hal. 332)

Ia juga telah ditakhrijkan oleh Ad Dailami (jil.1 hal. 101, hadis no. 335), Ibnu Jauzi di dalam Ilal al Mutanahiah (jil. 2, hal 627, hadis no. 1034) beliau menyatakan hadis ini sangat dha’if (lemah), dan Ibnu Hajar al Asqolani di dalamFathul Bari (jil. 9, hal. 226) juga menyatakan sanadnya lemah.

(Jalaluddin as Sayuti, Jami’ al Ahadis, jil. 5, hal. 109, hadis no. 3829)

Saya tidak mahu memanjangkan kalam di dalam perkara ini, boleh saya ringkaskan bahawa hadis ini juga telah ditulis di dalam kitab-kitab hadis berikut :

1. Mirqatul Mafatih Syarh Misykatil Masabih, karangan Mula Ali Qari (jil. 29, hal 332)

2. Jami’ al Usul Fi Ahadisir Rasul, karangan Ibnu Athir (jil. 11, hal. 439, hadis no. 8975)

3. Jam’ul Jawami’ karangan Imam Sayuti (jil. 1, hal. 429, hadis no. 170)

4. Kanzul Ummal Fi Sunanil Aqwal Wal Af’al karangan al Muttaqi al Hindi (jil. 16, hal. 291, hadis no. 44535)

5. al Ifsah Fi Ahadisin Nikah karangan Ibnu Hajar al Haitami (jil. 1, hal. 16, hadis no. 25)

6. dan banyak lagi..

PERBAHASAN BERDASARKAN FIQH

Saya teringat, ketika pengajian bersama Syeikh Sayyid Syaltut di Masjid al Azhar, beliau pernah berkata :

“Ulama Mazhab lebih arif tentang hadis daripada kita, bahkan mereka juga ahli hadis”

Maka, mazhab menjadi panduan bagi kita dalam mengeluarkan hukum sesuatu. Mereka yang tidak berpandukan mazhab, bahkan hanya merujuk terus kepada hadis Nabi SAW hanyalah dikhususkan oleh mereka yang pakar di dalam bidang tersebut. Ini kerana, untuk memahami hadis bukanlah dengan hanya membaca buku, kemudian terus jadi alim. Ia memerlukan kepada manhaj yang betul, dan panduan para ulama’.

Saya akan senaraikan beberapa perbahasan ulama Mazhab tentang akad nikah di dalam masjid :

Pertama : Mazhab Hanafi

Di dalam kitab al Bahrur Ra’iq Syarh Kanzid Daqa’iq (jil. 7, hal. 461) karangan Ibnu Najim al Misri, beliau berkata :

وَأَشَارَ الْمُصَنِّفُ بِكَوْنِهِ سُنَّةً أَوْ وَاجِبًا إلَى اسْتِحْبَابِ مُبَاشَرَةِ عَقْدِ النِّكَاحِ فِي الْمَسْجِدِ لِكَوْنِهِ عِبَادَةً

Pengarang (kitab Kanzud Daqa’iq karangan Imam Hafizuddin an Nasafi) menunjukkan bahawa menjadi perkara sunat, ataupun wajib kepada menggalakkan akad nikah di dalam masjid, kerana ia adalah sebagai satu ibadah

Az Zaila’ie menukilkan kalam al Kamal, di dalam kitab Tabyinul Haqa’iq (jil. 5, hal. 192) mengulas hadis di atas :

وَيُسْتَحَبُّ مُبَاشَرَةُ عَقْدِ النِّكَاحِ فِي الْمَسْجِدِ ؛ لِأَنَّهُ عِبَادَةٌ

Dan digalakkan melakukan akad di dalam masjid, kerana ia adalah satu ibadah

Juga dinyatakan di dalam kitab karangan ulama mazhab lain di dalam kenyataan ini seperti ad Durrul Mukhtar Wa Raddul Muhtar, Fathul Qadirkarangan Ibnu al Humam, Majma’ul Anhar karangan Syaikhi Zadah, Syarhul Kabir karangan Ibnu Qudamah dan banyak lagi.

Kedua : Mazhab Syafi’e

Di dalam kitab I’anatut Thalibin (jil. 3, hal. 273), karangan Abu Bakar ad Dumyati menukilkan ulasan tentang hadis di atas :

واجعلوه في المساجد مبالغة في إظهاره واشتهاره فإنه أعظم محافل الخير والفضل

Dan adakanlah (akad nikah) itu di dalam masjid, iaitu bermeriah dalam menzahirkannya dan menghebahkannya. Sesungguhnya ia adalah sebaik-baik sambutan yang baik dan mulia.

Beliau juga menyatakan di dalam halaman yang sama (jil. 3, hal. 273)

ويسن أن يكون العقد في المسجد

Dan disunatkan akad nikah dilakukan di masjid

Di dalam kitab Tuhfatul Muhtaj Fi Syarhil Minhaj (bah. 43, hal 493), karangan Ibnu Hajar al Haitami mengulas hadis di atas :

أَخَذَ الْبَغَوِيّ وَغَيْرُهُ مِنْهُ أَنَّهُ سُنَّةٌ فِي الْعُرْسِ

Al Baghwi dan lain-lain mengeluarkan hukum daripada mengambil hadis ini (hadis yang disebutkan sebelum ini), bahawa ia adalah perkara sunat di dalam perkahwinan

(ia juga telah dinukilkan oleh Imam Ramli di dalam Nihayatul Muhtaj Ila Syarhil Minhaj, bah. 28, hal. 288)

Ketiga : Mazhab Maliki

Di dalam kitab Mawahibul Jalil Li Syarhi Mukhtasar al Khalil (jil. 5, hal. 26) karangan Syamsuddin Abu Abdillah Muhammad bin Muhammad al Maghribi menyatakan :

وأما العقد في المسجد فعده المصنف وغيره من الجائزات فقال في باب موات الأرض وجاز بمسجد سكنى رجل تجرد للعبادة وعقد نكاح ولم أر الآن من صرح باستحباب العقد فيه من أهل المذهب والله أعلم

Manakala akad nikah di dalam masjid, maka penulis (kitab Mukhtasar al Khalil) dan lain-lain menyatakan bahawa ia adalah diharuskan. Beliau (penulis kitab Mukhtasar al Khalil) menyatakan di dalam Bab Tanah Tandus, dan diharuskan untuk masjid itu, dihuni oleh lelaki yang memfokuskan ibadah semata-mata dalam hidupnya, dan berakad nikah. Dan aku belum nampak ketika ini, sesiapa yang menyebut dengan jelas tentang galakan berakad nikah di situ, dari kalangan ahli mazhab fiqh. WaLlahua’lam.

Jelas, adab seorang ulama apabila mengeluarkan sesuatu kenyataan. Beliau yang bermazhab Maliki menyatakan bahawa akad nikah di dalam masjid diharuskan. Dalam pada itu, beliau menyatakan bahawa tidak mengetahui sekiranya ada di sana mazhab yang menyatakan ia digalakkan.

ULASAN TAMBAHAN

Dinyatakan di dalam kitab Ghamzu Uyunil Basa’ir Fisy Syarhil Asybahi Wan Nazha’ir (bah. 7, hal 122) karangan Ahmad bin Muhammad al Hamawi :

قَوْلُهُ : وَيُسْتَحَبُّ عَقْدُ النِّكَاحِ فِيهِ . كَذَا فِي مُنْيَةِ الْمُفْتِي وَعِبَارَتُهُ عَقْدُ النِّكَاحِ فِي الْمَسْجِدِ لَا يُكْرَهُ بَلْ يُسْتَحَبُّ

Katanya (pengarang kitab Asybah Wan Nazha’ir) : Dan digalakkan berakad nikah di dalamnya (masjid). Begitu juga disebut di dalam kitab Munyatul Mufti dan petikannya : Akad nikah di dalam masjid tidak makruh, bahkan digalakkan.

Di dalam Mausu’ah al Fiqhiyyah al Kuwaitiah, terbitan Kementerian Waqaf, bil. ke 45, no. 28, menyebut :

اسْتَحَبَّ جُمْهُورُ الْفُقَهَاءِ عَقْدَ النِّكَاحِ فِي الْمَسْجِدِ لِلْبَرَكَةِ ، وَلأَِجْل شُهْرَتِهِ فَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ : قَال رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَعْلِنُوا هَذَا النِّكَاحَ وَاجْعَلُوهُ فِي الْمَسَاجِدِ وَاضْرِبُوا عَلَيْهِ بِالدُّفُوفِ.

Jumhur Fuqaha telah mengharuskan akad nikah di dalam masjid untuk keberkatan, dan untuk menghebahkannya. Diriwayatkan daripada Saidatina Aisyah RA, beliau berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda “Hebahkanlah perkahwinan ini, dan adakanlah di dalam masjid, dan palulah dengan kompang untuk majlis ini”

وَأَضَافَ الْمَالِكِيَّةُ فِي إِجَازَتِهِمْ لِعَقْدِ النِّكَاحِ فِي الْمَسْجِدِ أَنْ يَكُونَ بِمُجَرَّدِ الإِْيجَابِ وَالْقَبُول مِنْ غَيْرِ ذِكْرِ شُرُوطٍ وَلاَ رَفْعِ صَوْتٍ أَوْ تَكْثِيرِ كَلاَمٍ وَإِلاَّ كُرِهَ فِيهِ .

Ulama Mazhab Maliki menambah dalam menghukumkan sebagai harus, bagi akad nikah yang dilakukan di dalam masjid, iaitu hendaklah semata-mata lafaz ijab dan qabul, tanpa menyebut syarat-syarat yang lain, juga tanpa meninggikan suara, atau banyak bersembang. Sekiranya tidak (iaitu sekiranya terdapat unsur-unsur ini) maka, hukumnya makruh.

وَزَادَ الْحَنَفِيَّةُ فِي الْمُخْتَارِ عِنْدَهُمْ : أَنَّ الزِّفَافَ بِهِ لاَ يُكْرَهُ إِذَا لَمْ يَشْتَمِل عَلَى مَفْسَدَةٍ دِينِيَّةٍ فَإِنِ اشْتَمَل عَلَيْهَا كُرِهَ فِيهِ

Ulama Mazhab Hanafi pula menambah kitab al Mukhtar (Durrul Mukhtar Wa Raddul Muhtar) : Sesungguhnya majlis perkahwinan itu tidak makruh sekiranya tidak mengandungi unsur-unsur yang rosak dari perspektif agama. Sekiranya terdapat, maka makruhlah hukumnya.

BILAKAH HUKUMNYA HARAM?

Sepertimana yang telah saya sebutkan, ulama fiqh telah membahaskan begitu panjang lebar tentang akad nikah di dalam masjid. Ia bukanlah satu perbincangan yang baru. Hukum asal bagi akad nikah di dalam masjid, samada harus, sunat atau wajib.

Akad nikah di dalam masjid boleh jadi haram disebabkan beberapa faktor, sepertimana yang telah dinyatakan di dalam Majalah Majma’ Fiqh Islami (bil. 3, hal. 1092)

أما عقد النكاح في المسجد فشيء مندوب، نطقت باستحبابه الأحاديث ولكن ما يصحبه من الرقص، والغناء فلا يجوز أصلًا، فإن كانت حفلات الزواج لا تخلو من هذه المنكرات، فلتجنب المساجد منها

Manakala akad nikah di dalam masjid, ia adalah sesuatu yang digalakkan. Telah disebut galakan tersebut di dalam hadis-hadis. Akan tetapi, apa yang diiringi dengannya unsur-unsur tarian dan nyanyian, maka tidak dibenarkan. Sekiranya majlis perkahwinan itu tidak terlepas daripada unsur-unsur kemungkaran ini, maka hindarilah masjid daripadanya.

Apa yang dinyatakan di sini ialah, akad nikah di dalam masjid itu bukanlah diharamkan. Sebaliknya unsur-unsur yang diselitkan di dalam majlis ini, yang mengandungi unsur haram, maka ia diharamkan. Pengharamannya bukan disebabkan akad tersebut, tetapi disebabkan nyanyian, tarian dan sebagainya.

Juga disebutkan di dalam Majalah Majma’ Fiqh Islami (bil. 3, hal. 1282) :

إذا قلنا يندب عقد النكاح في المسجد ولا تجوز إقامة الحفلات فيها إذا اقترنت بمحظور شرعي كاختلاط إلى آخره

Sekiranya kita mengatakan digalakkan berakad nikah di dalam masjid, maka tidak dibenarkan melaksanakan majlis perkahwinan tersebut apabila disekalikan dengan unsur-unsur yang dilarang oleh syara’ seperti percampuran jantina dan sebagainya.

Dalam masa yang sama, di dalam kitab al Madkhal karangan Ibnu al Haj (bah. 2, hal. 264) mengajar kita beberapa adab ketika melakukan akad nikah di dalam masjid, tidaklah mengharamkannya semata-mata.

Syeikh Mustafa al Adawiy pula melontarkan sesuatu perkara di dalam Silsilatut Tafsir (jil. 10, hal 18)

صحيح أن المسجد أفضل بقعة، لكن كون جمع الناس في المسجد للعقد أفضل من غيره يحتاج إلى دليل، وقد يكون العقد في أي مكان سواء، فسنة الرسول هي الحكم، وقد عقد الرسول صلى الله عليه وسلم في البيت، وفي المسجد، وتعقد حتى في الطريق، أو في أي مكان بحضور الولي والشهود. هذه هي السنة. لكن أن تعمل العقد في المسجد، وتقول للناس: هذه الصورة الإسلامية للعقد فهذا افتراء على سنة رسول الله عليه الصلاة والسلام

Benar, Masjid itu adalah tempat yang paling baik. Tetapi, menghimpunkan manusia di dalam masjid untuk akad nikah di situ apabila dikatakan lebih baik daripada tempat lain, maka ia perlu bersandar pada dalil. Kadangkala akad di mana-mana tempat pun sama sahaja. Maka, sunnah Nabi SAW itu menjadi hukum. Nabi SAW pernah mengakadkan orang di rumah, dan di masjid. Pernah juga akadkan orang di jalan, ataupun mana-mana tempat dengan kehadiran wali dan saksi. Inilah sunnah. Akan tetapi, apabila akad dilakukan di dalam masjid, lalu kamu pula berkata kepada manusia : Inilah cara Islam untuk akad nikah, maka ia adalah rekaan terhadap sunnah Rasulullah SAW.

Jelas di sini, Syeikh Mustafa Adawiy tidak menafikan bahawa akad di dalam masjid itu adalah sunnah Nabi SAW, sebaliknya beliau menafikan golongan yang cuba mengatakan akad di dalam masjid ini adalah cara Islam, sehinggakan masyarakat memandang serong terhadap akad di rumah, atau di tempat-tempat yang lain.

Alhamdulillah, masyarakat Melayu di Malaysia, tidak pula memandang serong terhadap pasangan yang berakad di rumah. Tetapi, sangat kesal apabila ada golongan yang memandang serong berakad nikah di masjid.

KESIMPULAN

Hadis yang telah dinyatakan di permulaan penulisan ini adalah Hadis Hassan Gharib, yang telah diriwayatkan beberapa ulama’ hadis. Walaupun demikian, para fuqaha’ menggunakan hadis tersebut untuk mengeluarkan hukum berakad nikah di dalam masjid.

Maka, ringkasan hukumnya sepertimana yang dinyatakan :

1. Akad di dalam masjid hukumnya sunat berdasarkan Mazhab Hanafi dan Syafie.

2. Akad nikah di dalam masjid hukumnya harus pada Mazhab Maliki.

3. Hukumnya boleh jadi makruh, sekiranya terdapat di dalam akad nikah tersebut, unsur-unsur yang tidak elok. Sepertimana yang dinyatakan di dalam Mausu’ah al Fiqhiyyah al Kuwaitiah. Akad nikah di dalam masjid semata-mata, tidaklah makruh, sebaliknya unsur-unsur yang digabungkan bersamanya.

4. Hukumnya boleh jadi haram, sekiranya terdapat unsur-unsur haram, sepertimana yang dinyatakan di dalam Majalah Majma’ Fiqh Islami. Akad nikah di dalam masjid semata-mata tidaklah haram, sebaliknya unsur-unsur yang digabungkan bersamanya.

5. Tiada pendapat yang menyatakan akad nikah wajib dilakukan di dalam masjid. Sebaliknya ia boleh dilakukan di mana-mana tempat yang sesuai. Sila rujuk Silsilah Tafsir karangan Mustafa Adawiy.

6. Tiada pendapat yang mengatakan akad nikah haram dilakukan di dalam masjid, kerana Nabi SAW pernah mengakadkan orang di dalam masjid. Maka, tidak mungkin Nabi SAW melakukan perkara yang haram.

Maka, daripada kesimpulan ini, dapatlah kita fahami bahawa Islam mengajar kita supaya “tidak melampau” dan “tidak pula meringan-ringankan”. WaLlahua’lam.

Wednesday, March 16, 2011

Tempe pernah disangka lepat pisang




MAKANAN tradisi Indonesia, tempe kini mendapat tempat di hati masyarakat di negara ini termasuklah di negeri-negeri di utara Semenanjung. Di Kedah misalnya, tempe yang dahulunya dianggap makanan yang pelik oleh masyarakat negeri itu semakin diterima ramai sehinggakan tempe ada dijual di pasar-pasar malam dalam bentuk cucur tempe.

Tempe memang laris kerana ia digoreng rangup. Lebih menyelerakan apabila tempe goreng dicicah dengan kicap pedas.

Namun, tidak ramai yang tahu cerita sebenar di sebalik pengenalan tempe yang kian popular di Kedah.

Seorang petani, Yusob Hanapiah, 57, bukanlah seorang yang dikenali ramai. Namun, mungkin ramai yang tidak mengetahui bahawa beliau adalah orang pertama yang memperkenalkan tempe kepada masyarakat di Kedah sekitar tahun 1984. Anak kelahiran Kampung Lubok Ipoh, Malau, Jitra, Kedah itu mempelajari cara-cara memproses kacang soya menjadi tempe daripada seorang rakannya berketurunan Jawa ketika merantau di Kota Tinggi, Johor sekitar tahun 1981.

“Semasa di Johor saya dihidangkan dengan juadah tempe masak lemak cili api yang rasanya agak pelik tetapi apabila makan dan makan, rasanya sedap.

“Pertama kali makan saya terus sukakannya sehingga saya terus belajar tentang cara memproses tempe kerana bercadang untuk memperkenalkan makanan tradisi Indonesia ini kepada orang Kedah,” katanya ketika ditemui di rumah pemprosesan tempe bersebelahan kediamannya di Malau, Jitra, Kedah.

Menurut Yusob, dia berdepan dengan pelbagai cabaran ketika cuba memperkenalkan tempe kepada masyarakat Kedah kerana rasanya yang agak pelik dan mungkin tidak sesuai dengan selera rakyat negeri Kedah pada ketika itu.

“Walaupun sebahagian besar orang Kedah susah nak terima tempe tetapi saya terus berusaha untuk memperkenalkannya di Kedah dengan pelbagai cara termasuklah mengadakan demonstrasi masakan di pasar tani dan pasar malam.


TEMPE Tani disusun dirak sebelum sedia dipasarkan di sekitar Kedah.


“Saya bawa kuali ke pasar tani dan pasar malam dan tunjukkan kepada pengunjung cara-cara memasak tempe.

“Antaranya cucur tempe, sambal tempe dan masak lemak cili api tempe,” ujarnya.

Menurut bapa kepada tiga orang anak itu, beliau mengambil masa sehingga lima tahun untuk mempopularkan tempe di Kedah dan penggemar makanan itu meningkat dari tahun ke tahun.

Sepanjang tempoh itu, banyak kisah lucu yang dilalui. Salah satunya berlaku apabila seorang pelanggan membeli lima bungkus tempe. Pada masa itu dibalut dengan daun pisang.

“Saya tanya sama ada dia tahu apa di dalam bungkusan daun pisang itu, dia jawab tahu dan dia terus bayar dan membawa lima bungkus tempe itu ke kedai kopi berdekatan.

“Saya tengok dari jauh dia pesan secawan kopi dan mula membuka bungkusan tempe dan makan tetapi sebaik menggigitnya dia terus luah dan buang,” ceritanya sambil tersenyum.

Kisah lucu

Sekitar tahun 80-an, ramai yang menyangka tempe yang dijual dalam bungkusan daun pisang adalah lepat pisang dan tepung bungkus.

“Banyak yang saya lalui dan ia menjadi kenangan manis untuk dikongsi kepada anak-anak muda sekarang,” jelasnya sambil memberitahu tempe yang dibungkus di dalam daun pisang dijual pada harga 20 sen sebungkus.

Selain melakukan demonstrasi masakan tempe di pasar-pasar tani dan pasar malam, beliau juga menjual tempe dengan motosikal dan masuk ke kawasan perumahan di Alor Setar, Jitra, Kuala Nerang, Pendang dan Bukit Kayu Hitam.

“Saya juga akan masuk ke kawasan perumahan dan akan cari kereta dengan nombor plat kenderaan dari negeri-negeri di selatan Semenanjung terutamanya Johor untuk jual tempe.

“Selalunya tempe saya laris kerana mereka yang berasal dari selatan Semenanjung dan bekerja di Kedah sebagai kakitangan Imigresen dan UPP (Unit Pencegah Penyeludupan) menggemari tempe,” katanya.

Setelah lebih lima tahun lalu bertungkus-lumus memperkenalkan tempe di Kedah, perniagaannya menjadi lebih stabil dan berkembang.

“Kini tempe yang saya usahakan dengan jenama Tempe Tani dijual kepada pengusaha kantin di Universiti Utara Malaysia (UUM) dan restoran-restoran berdekatan pada harga RM1 sebungkus dengan berat 160 gram.

“Tempe Tani pada hari ini dibungkus dengan plastik berbanding daun pisang sebelum ini,” katanya.

Kata Yusob, perniagaannya kini dibantu oleh isterinya, Norhasmah Hussin, 48, serta tiga orang pekerja yang terdiri daripada penduduk kampung.

“Saya untung bersih sekitar RM120 sehari daripada jualan tempe ini dan saya bercadang mahu menyerahkan perniagaan ini kepada anak-anak yang mahu mengambil alih,” ujarnya sambil memberitahu anak sulungnya merupakan seorang guru manakala dua yang lain sedang melanjutkan pengajian di institusi pengajian tinggi.


JIKA sebelum ini Tempe Tani dibungkus dalam daun pisang kini Yusob menggunakan plastik.


Amalan kebersihan

Berkongsi cara-cara membuat tempe, Yusob memberitahu, tiada rahsia mahupun ramuan istimewa dalam membuat tempe. Apa yang penting adalah amalan kebersihan.

“Saya memang utamakan kebersihan kerana jika kotor, tempe tidak akan tahan lama dan warnanya akan bertukar kekuning-kuningan,” katanya.

Menurut Yusob, proses membuat tempe bermula dengan kacang soya mentah direndam dalam sebuah bekas selama 36 jam.

Selepas direndam, kacang soya akan dipecahkan menggunakan sebuah mesin dan kemudian dibasuh sekurang-kurangnya tiga kali.

“Selepas dibasuh sehingga bersih, kulit kacang soya yang terapung dibuang seterusnya ia direbus sekali didih dan ditoskan.

“Apabila kering, masukkan serbuk ragi dan sedikit tepung ubi kayu dan kacau rata kemudiannya bolehlah dibungkuskan di dalam plastik yang telah ditebuk lubang.

“Kacang soya yang siap diadun dengan ragi dan tepung dan dimasukkan dalam plastik itu akan diperap selama semalaman sebelum ia bertukar menjadi tempe,” jelas Yusob tempe buatannya boleh tahan selama tiga hari. Kebiasaannya dia akan memasarkan di antara 500 hingga 600 bungkus tempe sehari.

“Hari ini semakin ramai yang mengusahakan tempe di Kedah termasuklah secara kecil-kecilan di rumah dengan menggunakan daun pisang dan secara serius seperti saya,” jelasnya.

Tambah beliau, selain mampu membuka selera sesiapa sahaja, juadah berasaskan tempe juga merupakan makanan berprotein tinggi tanpa kolesterol.

Kepada sesiapa yang berminat untuk membeli Tempe Tani hasil tangan Yusob boleh hubungi talian 013-4164 651. Sementara itu, pelanggan tetap tempe jenama Tempe Tani, Nor Hazam Allyas, 41, memberitahu, dia melanggan tempe hasil tangan Yusob untuk perniagaan kedai makannya di Jalan Kodiang, Jitra, Kedah sejak sembilan tahun lalu.

“Rasa dan kualiti Tempe Tani ini memang terbaik di negeri Kedah dan juadah berasaskan tempe yang dijual di kedai makan saya kebiasaannya laris.

“Selain rasanya yang sedap, tempe buatan Yusob juga tahan lama tidak seperti tempe lain yang cepat rosak,” katanya ketika ditemui di kedai makan miliknya di Pusat Dakwah Kubang Pasu, Jalan Kodiang, Jitra.

Menurut Nor Hazam, kedainya menawarkan pelbagai menu berasaskan tempe antaranya tempe masak lemak, tempe sambal ikan bilis, tempe goreng berempah dan rojak ayam.

Protein tumbuhan

“Permintaan terhadap juadah tempe sangat tinggi dan kebiasaannya saya melanggan lebih 20 bungkus Tempe Tani seminggu.

“Jika ada tempahan rojak ayam atau lontong daripada syarikat atau pertubuhan tertentu, saya akan melanggan sehingga 50 bungkus tempe daripada Yusob,” katanya.

Nor Hazam yang pada mulanya tidak menggemari tempe kerana baunya yang pelik mula menyukai makanan tersebut selepas merasai tempe buatan Yusob.

“Dulu saya menetap di Johor dari tahun 1997 hingga tahun 2002 dan pernah cuba makan tempe tetapi tidak boleh kerana baunya tetapi selepas kembali ke negeri kelahiran, Kedah dan mencuba Tempe Tani saya terus sukakannya.


PROSES membasuh dan membuang kulit kacang soya.


“Ia mungkin kerana tempenya yang kurang berbau dan sedap dimakan,” jelasnya yakin dengan tahap kebersihan Tempe Tani kerana pernah melihat sendiri proses pembuatan tempe di premis milik Yusob di Kampung Lubok Ipoh, Malau, Jitra.

Roslina Luqman, 24, yang sebelum ini tidak menyukai tempe mula belajar makan makanan tersebut selepas menyedari khasiat yang ada pada makanan tersebut.

Pegawai percetakan di salah sebuah syarikat swasta mengakui cara masakan yang betul mempengaruhi rasa pada tempe.

“Dahulu semasa saya tinggal di asrama, selalunya saya tidak jamah pun tempe jika ia dihidangkan untuk menu makan tengah hari.

“Saya merasakan seolah-olah ada yang tidak kena pada makanan tersebut. Tetapi, setelah menyedari tempe mempunyai khasiat yang tinggi saya belajar menyukai tempe secara perlahan-lahan,” kata Roslina yang menggemari tempe yang digoreng masak cili.

Sementara itu, menurut Pegawai Pemakanan Institut Sukan Negara (ISN), Noor Faezah Abdul Jalil, kacang soya merupakan protein yang diperoleh daripada sumber tumbuhan.

Ia mengandungi protein lengkap yang menyamai kandungan protein daripada sumber haiwan.

“Jadi, bagi mereka yang tidak mahu mengambil protein daripada sumber haiwan, mereka boleh menggantikannya dengan kacang soya mengikut keperluan.

“Misalnya kanak-kanak memerlukan protein tumbuhan yang lebih tinggi berbanding orang dewasa bagi menggalakkan tumbesaran,” kata Faezah sambil memberitahu soya yang digunakan untuk menghasilkan tempe tetap mempunyai kandungan nutrien yang serupa.

Bagaimanapun, ujarnya apabila tempe itu digoreng, ia menyebabkan berlakunya pertambahan lemak dalam makanan tersebut sekali gus mengurangkan khasiat protein soya yang ada.