Friday, July 2, 2010

Logiknya Solat dalam Sudut Pandangan Sains
Tazkirah
"Seorang professor fizik di Amerika Syarikat telah membuat satu kajian tentang kelebihan solat berjemaah yang disyariatkan dalam Islam. Katanya tubuh badan kita mengandungi dua cas elektrik iatu cas positif dan cas negatif. Dalam aktiviti harian kita sama ada bekerja, beriadah atau berehat, sudah tentu banyak tenaga digunakan.

Dalam proses pembakaran tenaga, banyak berlaku pertukaran cas positif dan cas negatif, yang menyebabkan ketidakseimbangan dalam tubuh kita.

Ketidakseimbangan cas dalam badan menyebabkan kita rasa letih dan lesu setelah menjalankan aktiviti seharian. Oleh itu cas-cas ini perlu diseimbangkan semula untuk mengembalikan kesegaran tubuh ke tahap normal.

Berkaitan dengan solat berjemaah, timbul persoalan di minda professor ini mengapa Islam mensyariatkan solat berjemah dan mengapa solat lima waktu yang didirikan orang Islam mempunyai bilangan rakaat yang tidak sama.

Hasil kajiannya mendapati bilangan rakaat yang berbeza dalam solat kita bertindak menyeimbangkan cas-cas dalam badan kita. Semasa kita solat berjemaah, kita disuruh meluruskan saf, bahu bertemu bahu dan bersentuhan tapak kaki. Tindakan-tindakan yang dianjurkan semasa solat berjemaah itu mempunyai berbagai kelebihan.

Kajian sains mendapati sentuhan yang berlaku antara tubuh kita dengan tubuh ahli jemaah lain yang berada di kiri dan kanan kita akan menstabilkan kembali cas-cas yang diperlukan oleh tubuh. Ia berlaku apabila cas yang berlebihan – sama ada negatif atau positif akan dikeluarkan, manakala yang berkurangan akan ditarik ke dalam kita. Semakin lama pergeseran ini berlaku, semakin seimbang cas dalam tubuh kita.

Menurut beliau lagi, setiap kali kita bangun dari tidur, badan kita akan merasa segar dan sihat setelah berehat berapa jam. Ketika ini tubuh kita mengandungi cas-cas positif dan negatif yang hampir seimbang. Oleh itu, kita hanya memerlukan sedikit lagi proses pertukaran cas agar keseimbangan penuh dapat dicapai. Sebab itu, solat Subuh didirikan 2 rakaat.

Seterusnya, setelah sehari kita bekerja kuat dan memerah otak semua cas ini kembali tidak stabil akibat kehilangan cas lebih banyak daripada tubuh. Oleh itu, kita memerlukan lebih banyak pertukaran cas. Solat jemaah yang disyariatkan Islam berperanan untuk memulihkan keseimbangan cas-cas berkenaan. Sebab itu, solat Zohor didirikan 4 rakaat untuk memberi ruang yang lebih kepada proses pertukaran cas dakam tubuh.

Situasi yang sama turut berlaku di sebelah petang. Banyak tenaga dikeluarkan ketika menyambung kembali tugas. Ini menyebabkan sekali lagi kita kehilangan cas yang banyak. Seperti mana solat Zohor, 4 rakaat solat Asar yang dikerjakan akan memberikan ruang kepada proses pertukaran cas dengan lebih lama.

Lazimnya, selepas waktu Asar dan pulang dari kerja kita tidak lagi melakukan aktiviti-aktiviti yang banyak menggunakan tenaga. Masa yang diperuntukkan pula tidak begitu lama. Maka, solat Maghrib hanya dikerjakan sebanyak 3 rakaat adalah lebih sesuai dengan penggunaan tenaga yng kurang berbanding 2 waktu sebelumnya.

Timbul persoalan di fikiran professor itu tentang solat Isyak yang mengandungi 4 rakaat.Logiknya, pada waktu malam kita tidak banyak melakukan aktiviti dan sudah tentu tidak memerlukan proses pertukaran cas yang banyak.

Setelah kajian lanjut, didapati terdapat keistimewaan mengapa Allah mensyariatkan 4 rakat dalam solat Isyak. Kita sedia maklum, umat Islam amat digalakkan untuk tidur awal agar mampu bangun menunaikan tahajjud di sepertiga malam. Ringkasnya, solat Isyak sebanyak 4 rakaat itu akan menstabilkan cas dalam badan serta memberikan tenaga untuk kita bangun malam (qiamullail).

Dalam kajiannya, professor ini mendapati bahawa Islam adalah satu agama yang l engkap dan istimewa. Segala amalan dan suruhan Allah Taala itu mempunyai hikmah ynag tersirat untuk kebaikan umat Islam itu sendiri. Belaiu merasakan betapa kerdilnya diri dan betapa hebatnya Pencipta alam ini. Akhirnya, dengan hidayah Allah beliau memeluk agama Islam.

Tuesday, June 29, 2010

WONG FEI HONG SEORANG MUSLIM?

Justify Full
Wong Fei Hong
Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film Once Upon A Time in China. Dalam film itu, karakter Wong Fei Hung diperankan oleh aktor terkenal Hong Kong, Jet Li. Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?
Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, Ahli Pengobatan, dan Ahli Beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga supremasi kekuasaan Komunis di China.
Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab-kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.
Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu pengobatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (wushu/kungfu). Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi. Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.

Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.

Pasien klinik keluarga Wong yang meminta bantuan pengobatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya pengobatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pasien yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pamrih.

Secara rahasia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’in yang korup dan penindas. Dinasti Ch’in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.

Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarinya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung sukses melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang legendaris. Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang lolos dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch’in pada 1734.

Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch’in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea). Jika saja pemerintah Ch’in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepang), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu niscaya akan berhasil mengusir pendudukan Dinasti Ch’in.

Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli pengobatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berhasil mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus. Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berhasil menghajar lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karena ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.

Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton. Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena istri-istrinya meninggal dalam usia pendek. Setelah istri ketiganya wafat, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli beladiri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.

Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad’afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka. Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang dimilikinya. Wong Fei-Hung wafat dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah Swt dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita, generasi muslim yang hidup setelahnya.

Amiin.
Tiga Perkara Kebaikan dan Keburukan.

Sahabat yang dirahmati Allah,
Seorang Mukmin sentasa berhati-hati ketika menjalani kehidupan ini, supaya setiap amal soleh, ibadah dan perbuatannya dapat diterima oleh Allah s.w.t. sebagai amal soleh dan pada masa yang sama dapat menyelamatkan dirinya daripada kemurkaan Allah s.w.t.dengan meninggalkan segala tegahan-Nya

Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya:
“Tiga perkara yang menyelamatkan , iaitu takut pada Allah ketika bersendirian dan di khalayak ramai, berlaku adil pada ketika suka dan marah, berjimat cermat ketika susah dan senang, dan tiga perkara yang membinasakan iaitu mengikut hawa nafsu, terlampau bakhil dan kagum seseorang dengan dirinya sendiri.”

Berdasarkan hadis di atas dapatlah kita mengambil pengajaran bahawa terdapat tiga perkara yang menyelamatkan dan tiga perkara yang menyesatkan. Bila kita laksanakan dan tinggalkan ketiga perkara tersebut maka kita akan menjadi hamba Allah yang dikasihi-Nya

Tiga perkara yang menyelamatkan :

1.Takut pada Allah ketika bersendirian dan khalayak ramai.
Sabda Nabi s.a.w yang bermaksud, " Wahai Muaz, takutlah Allah, dimana kamu berada, dan turutilah kejahatan dengan kebaikan yang akan memadamkannya dan berakhlaklah dengan manusia dengan akhlak yang baik"
( Hadis Sahih Riwayat Tirmizi)

Thauban meriwayatkan satu pesanan junjungan , bahawa Nabi s.a.w bersabda yang bermaksud : “ Aku sangat jelas mengetahui bahawa ada golongan dari umatku yang akan datang pada hari Qiyamat dengan amalan soleh sebesar gunung Tihamah, tetapi Allah akan menjadikannya seperti debu-debu berterbangan.”

Thauban bertanya : “Wahai Rasulullah, ceritakanlah tentang mereka kepada kami dan beritahulah kami lagi, supaya kami tidak menjadi seperti mereka.”

Baginda bersabda lagi yang bermaksud : “Mereka adalah saudara kamu dan dari kaum kamu, melakukan ibadah malam seperti kamu, tetapi mereka adalah orang yang apabila mereka bersendirian, mereka akan melanggar larangan Allah.”
(Hadis Riwayat Ibn Majah)

2. Berlaku adil ketika suka dan marah.
Daripada Abu Hurairah r.a. beliau berkata: Rasulullah SAW telah bersabda: Setiap anggota badan manusia adalah sedekah baginya pada setiap hari apabila terbit matahari; engkau berlaku adil (iaitu mendamaikan) antara dua orang (iaitu dua orang yang berbalah) adalah sedekah.."
(Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

“Daripada Aishah r.a. katanya, aku mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda dalam rumahku ini, “ Ya Allah, sesiapa yang mentadbir sesuatu urusan pemerintahan umatku, kemudian ia melakukan kezaliman ke atas mereka (berlaku tidak adil), maka kembalikan kezaliman itu ke atas mereka. Sesiapa yang mentadbir sesuatu urusan pemerintahan umatku, dengan menunjukkan kasih sayang kepada mereka, maka kasihilah orang tersebut”.
(Hadis Riwayat Muslim)

Berlaku adil yang bermaksud meletakkan sesuatu pada tempatnya tanpa ada diskriminasi dan beremosi. Ini termasuk memberikan hak kepada yang berhak yang bukan terhad pada hubungan antara sesama makhluk sahaja malah dalam menjaga hubungan dengan Tuhan. Sifat adil akan menghidupkan suasana berkasih sayang dalam masyarakat.

3. Berjimat ketika senang dan susah.
Orang yang membelanjakan hartanya untuk jalan yang betul, yang diharuskan syarak, maka ia tidak diperkira sebagai membazir atau sia-sia. Orang yang mengorbankan hartanya dijalan Allah demi untuk kemaslahatan Islam maka itu tidak termasuk dalam amalan membazir. Begitu juga mereka yang menghabiskan sebahagian daripada hartanya untuk menyekolahkan anak, membina bangunan untuk tempat kediaman atau mengeluarkan hartanya untuk membeli kereta bagi keperluan harian. Namun demikian, orang yang mengeluarkan sebahagian harta bendanya, biarpun untuk membeli bahan makanan yang sedikit, tetapi disedari makanan tersebut tidak diperlukan dan terbuang begitu sahaja, maka perbuatan itu termasuk dalam perbuatan membazir.

Islam dengan tegas menegah seseorang membeli barang melebihi keperluan hidup atau berbelanja mengatasi jarum penunjuk pendapatan, lantaran akibatnya akan menimbulkan pembaziran yang dibenci Allah. Jika berbelanja melampaui batas untuk tujuan bermegah-megah, sehingga berlaku pembaziran hanya saja akan menggambarkan tingkah laku orang yang tidak tahu bersyukur dengan nikmat Allah. Sesungguhnya membazir itu adalah amalan syaitan sebagaimana keterangan daripada ayat yang bermaksud:

“Dan jangan membelanjakan hartamu dengan boros yang melampau-lampau. Sesungguhnya orang-orang yang boros itu adalah saudara-saudara syaitan, sedangkan syaitan itu pula adalah makhluk yang sangat kufur kepada Tuhannya.”
(Surah al-Israk ayat 26 – 27)

Tiga perkara yang membinasakan :

1. Mengikut hawa nafsu .
Firman Allah s.w.t yang bermaksud :
"Dan demi jiwa dan penciptaannya yang sempurna, maka Allah mengilhamkan (menunjukkan) jalan kejahatan dan jalan ketaqwaan. Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu dan rugilah orang yang mengotorinya."
(Surah As-Syams ayat 7-10)

Rasulullah s.a.w.telah bersabda:
"Seseorang kamu tidak benar-benar beriman sehinggalah hawa nafsunya tunduk menuruti ajaran yang
aku bawa."

Hadis ini menerangkan salah satu daripada tuntutan iman, iaitu mestilah hawa nafsunya tunduk dan
menurut ajaran yang dibawa oleh Junjungan Besar Nabi Muhammad s.a.w.. Sekiranya dia
mengutamakan hawa nafsunya daripada mengamalkan ajaran lslam, menyintai maksiat daripada amal
kebajikan, maka imannya tidak sempurna.

2. Terlampau bakhil (kedekut)
Nabi s.a.w. berwasiat kepada Sayyidina Ali k.w, maksudnya :
"Wahai Ali ! Orang yang pemurah itu dekat dengan Allah, dekat dengan rahmat-Nya serta jauh dari seksa-Nya, sedangkan orang bakhil (kedekut) itu jauh dari Allah, jauh dari rahmat-Nya serta dekat dengan seksa-Nya.

Wahai Ali ! Saya melihat tulisan pada pintu Syurga yang berbunyi "Syurga itu diharamkan bagi setiap orang yang bakhil (kedekut), orang yang derhaka kepada kedua orang tuanya, dan bagi orang yang suka mengadu domba (mengasut)."

Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: ”Sesiapa yang ditanya tentang ilmu lalu dia menyembunyikannya akan diikat mulutnya (meletakkan kekang di mulutnya seperti kuda) dengan kekang dari api Neraka pada Hari Kiamat.”
(Hadis Riwayat Abu Daud dan at-Tirmidzi)

Kita perlu ingat dengan larangan Rasulullah terhadap orang kedekut ini sebagaimana maksud hadis:

“… dan takutlah kamu dari sifat kikir, kerana sesungguhnya sifat kikir itu telah membinasakan umat sebelum kalian, yang mendorong mereka melakukan pertumpahan darah dan menghalalkan semua yang diharamkan Allah.”
(Hadis Riwayat Muslim)

3. Kagum dengan diri sendiri.(Sifat ujub)
Firman Allah s.w.t maksudnya, ".....Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri." (Surah. Al Qashash ayat 76)

Kagum dengan diri sendiri iaitu ujub dengan kelebihan diri sehingga menjadikan seseorang itu bersikap angkuh dan sombong serta suka menghina orang lain menyebabkan dia akhirnya disisihkan daripada masyarakat.

Salah satu sifat mazmumah yang amat dibenci Islam dan tidak disenangi dalam masyarakat ialah sifat ujub (perasan diri lebih). Ujub dapat diertikan sebagai ‘menganggap dan melihat diri lebih daripada orang lain’. Dengan menganggap diri lebih, seperti dari segi pengetahuannya, kealimannya, ibadatnya atau lebih kekayaannya daripada orang lain. Ujub ini sifat tercela, ia perlu segera dikikis dan dijauhi umat Islam kerana boleh mendorong kepada pelbagai sifat yang lebih buruk lagi, misalnya sombong, takbur, gila hormat, meremehkan orang lain dan sebagainya

Sahabat yang dikasihi Allah,
Marilah sama-sama kita mengambil iktibar di daripada hadis di atas iaitu supaya kita sentiasa merasai takut kepada Allah s.w.t. ketika berseorangan atau ada orang ramai , hanya jiwa yang beriman akan merasai kehadiran Allah s.w.t di di dalam seluruh kehidupannya. Merasai cctv Allah s.w.t. memfokus dan merakamkan seluruh amalan-amalannya baik yang nampak atau tersenbunyi.

Sentiasa berlaku adil walaupun kepada musuh samaada ketika suka atau marah. Kerana sifat adil adalah lebih hampir kepada sifat takwa.Dan salah satu sifat berjimat cermat dan tidak boros adalah satu sifat yang terpuji, Allah s.w.t. samakan orang yang bersifat boros adalah kawan syaitan. Sesungguhnya syaitan lebih suka membawa manusia kepada kebinasaan.

Perkara-perkara yang membinasakan manusia adalah suka mengikut hawa nafsu,sifat bakhil dan sifat ujub. Ketiga-tiga perkara ini semuanya membawa kepada kemurkaan Allah s.w.t. Sesiapa yang mengekalkan ketiga-tiga sifat ini sebenarnya ia menempahkan tempat duduknya di Neraka, nauzubillah. Oleh itu marilah sama-sama kita insaf dan sentiasa kembali kepada keredhaan Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Saturday, June 26, 2010

Renungan Jumaat:
ALAM MAHSYAR
1. Selepas Malaikat Israfil meniup sangkakala (bentuknya seperti tanduk besar) yang memekakkan telinga, seluruh makhluk mati kecuali Izrail & beberapa malaikat yg lain. Selepas itu, Izrail pun mencabut nyawa malaikat yg tinggal dan akhirnya nyawanya sendiri.

2. Selepas semua makhluk mati, Tuhan pun berfirman mafhumnya “Kepunyaan siapakah kerajaan hari ini?” Tiada siapa yang menjawab. Lalu Dia sendiri menjawab dengan keagunganNya “Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”. Ini menunjukkan kebesaran & keagunganNya sebagai Tuhan yg Maha Kuasa lagi Maha Kekal Hidup, tidak mati.

3. Selepas 40 tahun, Malaikat Israfil a.s. dihidupkan, seterusnya meniup sangkakala untuk kali ke-2, lantas seluruh makhluk hidup semula di atas bumi putih, berupa padang Mahsyar (umpama padang Arafah) yang rata tidak berbukit atau bulat seperti bumi.

4. Sekelian manusia hidup melalui benih anak Adam yg disebut "Ajbuz Zanbi" yang berada di hujung tulang belakang mereka. Hiduplah manusia umpama anak pokok yg kembang membesar dari biji benih.

5. Semua manusia dan jin dibangkitkan dalam keadaan telanjang dan hina. Mereka tidak rasa malu kerana pada ketika itu hati mereka sangat takut dan bimbang tentang nasib & masa depan yang akan mereka hadapi kelak.

6. Lalu datanglah api yang berterbangan dengan bunyi seperti guruh yang menghalau manusia, jin dan binatang ke tempat perhimpunan besar. Bergeraklah mereka menggunakan tunggangan (bagi yang banyak amal), berjalan kaki (bagi yang kurang amalan) dan berjalan dengan muka (bagi yang banyak dosa). Ketika itu, ibu akan lupakan anak, suami akan lupakan isteri, setiap manusia sibuk memikirkan nasib mereka.

7. Setelah semua makhluk dikumpulkan, matahari dan bulan dihapuskan cahayanya, lalu mereka tinggal dalam kegelapan tanpa cahaya. Berlakulah huru-hara yang amat dahsyat.

8. Tiba-tiba langit yang tebal pecah dengan bunyi yang dahsyat, lalu turunlah malaikat sambil bertasbih kepada Allah Ta’ala. Seluruh makhluk terkejut melihat saiz malaikat yang besar dan suaranya yang menakutkan.

9. Kemudian matahari muncul semula dengan kepanasan yang berganda. Hingga dirasakan seakan-akan matahari berada sejengkal dari atas kepala mereka. Ulama berkata jika matahari naik di bumi seperti keadaannya naik dihari Kiamat nescaya seluruh bumi terbakar, bukit-bukau hancur dan sungai menjadi kering. Lalu mereka rasai kepanasan dan bermandikan peluh sehingga peluh mereka menjadi lautan. Timbul atau tenggelam mereka bergantung pada amalan masing-masing. Keadaan mereka berlanjutan sehingga 1000 tahun.

10. Terdapat satu kolam ( ??? ) kepunyaan Nabi Muhammad s.a.w. bernama Al-Kausar yang mengandungi air yang hanya dapat diminum oleh orang mukmin sahaja. Orang bukan mukmin akan dihalau oleh malaikat yang menjaganya. Jika diminum airnya tidak akan haus selama-lamanya. Kolam ini berbentuk segi empat tepat sebesar satu bulan perjalanan. Bau air kolam ini lebih harum dari kasturi, warnanya lebih putih dari susu dan rasanya lebih sejuk dari embun. Ia mempunyai saluran yang mengalir dari syurga.

11. Semua makhluk berada bawah cahaya matahari yang terik kecuali 7 golongan yang mendapat teduhan dari Arasy. Mereka ialah:

1. Pemimpin yang adil.
2. Orang muda yang taat kepada perintah Allah.
3. Lelaki yang terikat hatinya dgn masjid.
4. Dua orang yang bertemu kerana Allah dan berpisah kerana Allah.
5. Lelaki yang diajak oleh wanita berzina, tetapi dia menolak dengan berkata "Aku takut pada Allah".
6. Lelaki yg bersedekah dengan bersembunyi (tidak diketahui orang ramai).
7. Lelaki yang suka bersendirian mengingati Allah lalu mengalir air matanya kerana takutkan Allah.


12. Oleh kerana tersangat lama menunggu di padang mahsyar, semua manusia tidak tahu berbuat apa melainkan mereka yang beriman, kemudian mereka terdengar suara "pergilah berjumpa dengan para Nabi". Maka mereka pun pergi mencari para Nabi. Pertama sekali kumpulan manusia ini berjumpa dengan Nabi Adam tetapi usaha mereka gagal kerana Nabi Adam a.s menyatakan beliau juga ada melakukan kesalahan dengan Allah Ta’ala. Maka kumpulan besar itu kemudiannya berjumpa Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Musa a.s., Nabi Isa a.s. (semuanya memberikan sebab seperti Nabi Adam a.s.) dan akhirnya mereka berjumpa Rasullullah saw. Jarak masa antara satu nabi dengan yang lain adalah 1000 tahun perjalanan.

13. Lalu berdoalah baginda Nabi Muhammad s.a.w. ke hadrat Allah Ta’ala. Lalu diperkenankan doa baginda.

14. Selepas itu, terdengar bunyi pukulan gendang yang kuat hingga menakutkan hati semua makhluk kerana mereka sangka azab akan turun. Lalu terbelah langit, turunlah arasy Tuhan yang dipikul oleh 8 orang malaikat yang sangat besar (besarnya sejarak perjalanan 20ribu tahun) sambil bertasbih dengan suara yang amat kuat sehingga ‘Arasy itu tiba dibumi.

15. ‘Arasy ( ??? ) ialah jisim nurani yang amat besar berbentuk kubah (bumbung bulat) yang mempunyai 4 batang tiang yang sentiasa dipikul oleh 4 orang malaikat yang besar dan gagah. Dalam bahasa mudah ia seumpama istana yang mempunyai seribu bilik yang menempatkan jutaan malaikat di dalamnya. Ia dilingkungi embun yang menghijab cahayanya yang sangat kuat.

16. Kursi ( ???? ) iaitu jisim nurani yang terletak di hadapan Arasy yang dipikul oleh 4 orang malaikat yang sangat besar. Saiz kursi lebih kecil dari ‘Arasy umpama cincin ditengah padang . Dalam bahasa mudah ia umpama singgahsana yang terletak dihadapan istana.

17. Seluruh makhluk pun menundukkan kepala kerana takut. Lalu dimulakan timbangan amal. Ketika itu berterbanganlah kitab amalan masing-masing turun dari bawah Arasy menuju ke leher pemiliknya tanpa silap dan tergantunglah ia sehingga mereka dipanggil untuk dihisab. Kitab amalan ini telah ditulis oleh malaikat Hafazhah / Raqib & ‘Atid / Kiraman Katibin.

18. Manusia beratur dalam saf mengikut Nabi dan pemimpin masing-masing. Orang kafir & munafik beratur bersama pemimpin mereka yang zalim. Setiap pengikut ada tanda mereka tersendiri untuk dibezakan.

19. Umat yang pertama kali dihisab adalah umat Nabi Muhammad s.a.w., dan amalan yang pertama kali dihisab adalah solat. Sedangkan hukum yang pertama kali diputuskan adalah perkara pertumpahan darah.

20. Apabila tiba giliran seseorang hendak dihisab amalannya, malaikat akan mencabut kitab mereka lalu diserahkan, lalu pemiliknya mengambil dengan tangan kanan bagi orang mukmin dan dengan tangan kiri jika orang bukan mukmin.

21. Semua makhluk akan dihisab amalan mereka menggunakan satu Neraca Timbangan. Saiznya amat besar, mempunyai satu tiang yang mempunyai lidah dan 2 daun. Daun yang bercahaya untuk menimbang pahala dan yang gelap untuk menimbang dosa.

22. Acara ini disaksikan oleh Nabi Muhammad s.a.w. dan para imam 4 mazhab untuk menyaksikan pengikut masing-masing dihisab.

23. Perkara pertama yang diminta ialah Islam. Jika dia bukan Islam, maka seluruh amalan baiknya tidak ditimbang bahkan amalan buruk tetap akan ditimbang.

24. Ketika dihisab, mulut manusia akan dipateri, tangan akan berkata-kata, kaki akan menjadi saksi. Tiada dolak-dalih dan hujah tipuan. Semua akan di adili oleh Allah Ta’ala dengan Maha Bijaksana.

25. Setelah amalan ditimbang, mahkamah Mahsyar dibuka kepada orang ramai untuk menuntut hak masing-masing dari makhluk yang sedang dibicara sehinggalah seluruh makhluk berpuas hati dan dibenarkannya menyeberangi titian sirat.

26. Syafaat Nabi Muhammad s.a.w. di akhirat :

a. Meringankan penderitaan makhluk di Padang Mahsyar dengan mempercepatkan hisab.
b. Memasukkan manusia ke dalam syurga tanpa hisab.
c. Mengeluarkan manusia yang mempunyai iman sebesar zarah dari neraka.
Semua syafaat ini tertakluk kepada keizinan Allah Ta’ala.
27. Para nabi dan rasul serta golongan khawas juga diberikan izin oleh Tuhan untuk memberi syafaat kepada para pengikut mereka. Mereka ini berjumlah 70 000. Setiap seorang dari mereka akan mensyafaatkan 70 000 orang yang lain.


28. Setelah berjaya dihisab, manusia akan mula berjalan menuju syurga melintasi jambatan sirat. Siratul Mustaqim ialah jambatan (titian) yang terbentang dibawahnya neraka. Lebar jambatan ini adalah seperti sehelai rambut yang dibelah tujuh dan ia lebih tajam dari mata pedang. Bagi orang mukmin ia akan dilebarkan dan dimudahkan menyeberanginya.

29. Fudhail bin Iyadh berkata perjalanan di Sirat memakan masa 15000 tahun. 5000 tahun menaik, 5000 tahun mendatar dan 5000 tahun menurun. Ada makhluk yang melintasinya seperti kilat, seperti angin, menunggang binatang korban dan berjalan kaki. Ada yang tidak dapat melepasinya disebabkan api neraka sentiasa menarik kaki mereka, lalu mereka jatuh ke dalamnya.

30. Para malaikat berdiri di kanan dan kiri sirat mengawasi setiap makhluk yang lalu. Setiap 1000 orang yang meniti sirat, hanya seorang sahaja yang Berjaya melepasinya. 999 orang akan terjatuh ke dalam neraka.

Monday, June 21, 2010

Rejab Bulan Palestin
Open Artikel

"Di antara peristiwa penting di bulan ini ialah Isra’ Mikraj. Pelbagai pengajaran boleh diambil darinya. Di antara yang penting tetapi jarang disingkapi dengan wajar ialah hubungkait Isra’ Mikraj dengan isu Palestin. Ketika kecil-kecil dahulu, ustaz atau tok guru berkata: ‘Bulan Rejab dah masuk. Kita baca Isra..’ Lalu disebut peristiwa-peristikwa yang dilalui Nabi Muhammad SAW tanpa dihubungkaitkan dengan hikmah dan falsafah di sebaliknya.

Masa itu telah lama berlalu. Ramai ustaz, penceramah kini yang menghuraikan Isra’ Mikraj dan bulan Rejab dan falsafahnya termasuk kaitannya dengan bumi Palestin itu sendiri. Dr Fadl Hasan Abas, seorang ahli akademik pakar ilmu tafsir berasal dari Palestin, matanya buta, hatinya tidak, menulis sebuah buku berjodol Nafahat Min al-Isra wal Mikraj. Di antara kupasannya menyebut Isra’ Mikraj ialah hari Palestin. Kita tidak perlu menunggu akhir Rejab untuk menyambut hari Palestin ini.

Saya sendiri telah menyampaikan kuliah khusus berkaitan Palestin seawal 4 Rejab kali ini.

Rejab Bulan Palestin 1 (8) , 2 (6), powerpoint (12)

kupasan dari kitab nafahat min al-Isra wal mikraj: 1 (6), 2 (6)

khutbah khutbah Jumaat Ust Ridhuan Md Nor, exco DPPP Masjid Pasir Minal (10)

Surah al-Isra’ turun selepas surah al-Qasas. Surah al-Qasas berkenaan para Nabi terdahulu. Hampir kesemuianya berkisar di bumi Palestin atau yang berhampiran dengannya. Selepas surah al-Qasas, surah al-Isra’ menyusul. Fokus peristiwa Isra’ terhadap Palestin boleh disimpulkan dalam beberapa point seperti di bawah (melalui ringkasan buku Nafahat min al-Isra’ wal Mikraj):

1.Surah al-Isra’ juga dinamakan surah Bani Israel. Tentu ada hikmah dinamakan demikian. Surah Muhammad misalnya, juga dinamakan surah al-Qital (peperangan). Jangan disangka nama ini hanya kerana ada perkataan alqital di dalam surah Muhamamad itu. Surah al-Mukmin juga dinamakan surah Ghafir. Bacalah surah-surah itu kalau mahu memahami mengapa ia dinamakan demikian. Surah al-Isra’ yang dinamakan surah Bani Israel bukan hanya kerana disebut Bani Israel di dalamnya, kerana Bani Israel banyak disebut dalam surah-surah yang lain. Disebut Bani Israel bersama peristiwa Isra’ menunjukkan sejarah yang dalam dan panjang di antara keduanya. Ini mengingatkan kepada orang Islam betapa keturunan bani Israel ini akan bertembung dengan mereka terutama dalam isu Palestin ini. Apatah lagi apabila mereka mendakwa mereka punya hak ke atas bumi Palestin ini.

2.Dalam ayat pertama surah al-Isra’, Nabi Muhammad SAW tidak disebut dengan namanya tetapi pangkat ‘hambaNya’, satu pangkat yang sebenarnya cukup tinggi di sisi Allah. Ini menjadi isyarat jelas buat umat Islam bahawa bumi Palestin ini tidak dapat dibebaskan melainkan sifat kehambaan kepada Allah itu dibuktikan terlebih dahulu. Sifat hamba inilah yang menjadikan umat Islam itu wali Allah dan punya karamah sehingga batu dan kayu bercakap memberitahu umat islam bahawa Yahudi bersembunyi di belakang kayu dan batu itu. Nabi SAW bersabda: ‘Tidak berlaku Kiamat hingga orang Islam memerangi Yahudi, lalu orang Islam membunuh Yahudi sehingga Yahudi bersembunyi di belakang batu dan pokok. Batu dan pokok berkata: ‘Ya Muslim Ya Hamba Allah! Ini Yahudi dibelakangku. Mari! Bunuh mereka’, melainkan pokok Gharqad kerana ia pokok Yahudi. Hadis riwayat Muslim.

Dalam sejarah, mereka yang mampu membebaskan Palestin dan Masjid al-Aqsa adalah mereka yang menjulang tinggi kalimah Tauhid, punya sifat hamba cukup hebat, ibadah yang bukan calang-calang dan peribadi yang unggul. Saidina Umar al-Khattab dan Salahuddin al-Ayyubi adalah nama-nama itu. Seorang penyair menyebut:

Bagi Masjid al-Aqsa itu ada kebiasaannya

ia berlaku, terjadi dan begitulah kebiasaannya

Apabila esoknya kehinaan bertapak

Allah membangkitkan bagi al-Aqsa penolong

Lantas penolong yang membebaskannya kali pertama

dan penolong yang membebaskannya kali kedua

Iman dan kehambaan kepada Allah itulah yang menjadi senjata utama bagi membebaskan Palestin sebelum senjata-senjata lain.

3.Firman Allah bermaksud ‘..ke Masjid al-Aqsa yang Kami berkati sekelilingnya..’ Setiap perkataan dalam al-Quran punya erti dan maksud. Ia tidak disebut secara kosong tanpa makna. Barangkali inilah yang difahami oleh Salahuddin al-Ayyubi dalam misi membebaskan al-Quds dengan dibebaskan terlebih dahulu kawasan-kawasan sekitarnya. Mereka yang pernah ke Ajloun di Jordan, Damsyik di Syria akan melihat kota-kota Salahudin al-Ayyubi yang tegak berdiri megah hingga sekarang yang menjadi bukti sebuah jihad pepmbebasan bumi sekitar Palestin sebelum membebaskan Palestin dan Masjid al-Aqsa itu sendiri. Barangkali itulah juga yang perlu difahami umat Islam sekarang. Selagi Mesir, Jordan, Syria, Lubnan disekitar Palestin diperintah oleh penguasa nasionalis Arab, maka selagi itulah bumi Palestin itu tidak dapat dibebaskan sepenuhnya.

4. Ayat kedua surah al-Isra’ memfokuskan tentang Nabi Musa yang diberikan Taurat, menjadi petunjuk kepada Bani Israel, zuriat dari Nabi Nuh as. Dalam peristiwa Isra’ Mikraj, Nabi Musa cukup prihatin dengan umat Muhammad SAW. Baginda yang meminta Nabi Muhammad SAW memohon kepada Allah supaya diringankan bilangan waktu solat buat umat Muhammad SAW kerana ia sudah punya pengalaman dengan Bani Israel. Bani Israel adalah bangsa yang suka mengingkari pelbagai nikmat Allah. Justru, umat Muhammad SAW tidak dapat mengalahkan musuh mereka di kalangan Yahudi jika mereka sama dengan Bani Israel dalam mengingkari nikmat-nikmat Allah. Saidina Umar pernah mengingatkan bala tentera Islam supaya taatkan Allah supaya mereka tidak sama dengan musuh dalam melakukan maksiat kepada Allah. Kalau sama-sama melakukan maksiat, maka kekuatan senjatalah yang menjadi ukuran.

5. Dalam ayat berikutnya, Allah menjelaskan bahawa Bani Israel ini akan melakukan kerosakan di mukabumi sebanyak dua kali dan akan menjadi begitu angkuh dan sombong kerana punya kelebihan-kelebihan tertentu. Dr Fadhl Hasan Abbas telah menghuraikan ayat ini dengan agak panjang. Kesimpulannya ialah kerosakan yang dilakukan pada kali yag kedua itu ialah di zaman kita ini. Mereka tidak pernah ada negara, tetapi Israel kini diiktiraf sebagai sebuah negara walaupun bagi umat Islam ia adalah negara haram. Dari segi politik, ia punya lobi yang kuat dalam menentukan Presiden Amerika dan dasar negaranya. Demikian juga dalam bidang ekonomi, syarikat apa yang tidak dikuasai oleh Yahudi. Dalam bidang ketenteraan, media dan komunikasi, Yahudi menjadi terlalu hebat seakan-akan tidak dapat dicabar oleh sesiapa pun.

Jelas kepada kita, bahawa peristiwa Isra’ Mikraj ini, walaupun hanya satu ayat disebut dalam ayat pertama surah al-Isra dan peristiwa mikraj pada ayat yang lain tetapi isu yang berkaitan dengannya bukanlah isu kecil, bahkan inilah di antara isu penting yang mesti diberi tumpuan oleh umat Islam. Bumi Palestin mesti dibebaskan. Dan umat Islam mesti membebaskan dirinya dari penyakit alwahnu (kasihkan dunia dan takutkan mati) terlebih dahulu, agar mereka layak membebaskan bumi Palestin.

KHATIB MENANGIS SEBAK BACA KHUTBAH JUMAAT
Tazkirah

Pada Jumaat 18 Jun 2010 saya bersolat Jumaat di Masjid Bandar Baru Senawang. Tajuk khutbah Jumaat pada hari tersebut ialah berkenaan berbuat baik kepada ibu bapa. Khatib baca khutbah dengan penuh semangat dan amat menghayatinya. Khatib didapati sering tersedu apabila membaca khutbah yang menyentuh kasih ibu. aka nada ketika kedengaran khatib menangis sebak dan terhenti sebentar membaca khutbah.



Yang khatib amat teresak menangis apabila membacakan dibawah ini :

Kebiasaan kita sebagai anak akan lebih mengingati dan menyebut nama ibu. Jika kita ada masalah kita akan luahkan kepada ibu, kita lebih suka berkongsi perasaan dengan ibu, jika kita sakit, kita lebih suka ibu yang jaga. Kalau hendak makan, kita lebih suka ibu yang masak dan suapkan. Sehinggakan untuk memasuki gerbang perkahwinan pun, masih mengharapkan bantuan ibu.

Inilah kali pertama saya dengar teks khutbah yang begitu menyentuh perasaan hinggakan semua jemaah tergamam mendengarkannya.

Dan inilah yang sepatutnya JAKIM buat setiap minggu, menyediakan teks khutbah yang praktikal yang menyentuh isu semasa, isu gejala sosial yang semakin parah, isu bunuh diri, isu buang bayi, isu buang ibu bapa dan sebagainya.

Kepada mereka yang tidak berkesempatan mendengar khutbah tersebut, mungkin sebab uzur, atau dari golongan wanita atau mungkin terlelap tetapi bukan tidur, di bawah ialah tek khutbah yang paling bagus untuk kita semua.

Sebelum ini saya ada menulis artikel Khutbah Jumaat semakin membosankan BORING di http://waghih.blogspot.com/2010/05/khutbah-jumaat-semakin-membosankan.html

Nampaknya teks khubtah JAKIM kali ini tidak membosankan dan tidak boring, terutama yang menyentuh bab mengadakan kenduri tahlil untuk ibu bapa yang sudah meninggal dunia.

*****************

Dari laman web JAKIM http://www.islam.gov.my/khutbahjakim/

Jabatan Kemajuan Islam Malaysia

“PENGUKURAN KASIH SAYANG TERHADAP IBU BAPA”

(18 JUN 2010 / 5 REJAB 1431H)

Muslimin yang di Rahmati Allah,

Marilah kita sama-sama meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan melakukan segala suruhan-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya. Mudah-mudahan kita tergolong di kalangan orang yang mendapat keberkatan di dunia dan di akhirat.

Mimbar pada hari ini akan menyampaikan khutbah bertajuk: “PENGUKURAN KASIH SAYANG TERHADAP IBU BAPA”.

Muslimin yang di Rahmati Allah,

Islam mengajar umatnya supaya menghormati dan berbuat baik kepada ibu bapa. Segala jasa dan pengorbanan yang mereka curahkan sejak di alam rahim sehingga kita dilahirkan begitu besar pengorbanannya. Merekalah yang bertanggungjawab mencari nafkah dan mendidik kita sehingga dewasa. Mereka juga sanggup mengorbankan nyawa dan kepentingan diri demi mengharungi pelbagai cabaran untuk masa depan anak-anak.

Marilah kita merenung kembali semasa kita kecil dulu apa yang telah dilakukan oleh kedua ibu bapa kita, merekalah yang memberi susu kepada kita, menyuap makanan ke mulut kita, memandikan kita, memakai pakaian kepada kita, mendodoi dan menidurkan kita, membersihkan najis dan segala kotoran di badan kita, menghantar kita ke sekolah demi melihat anaknya ini menjadi insan berguna di kemudian hari.

Kasih ibu bapa kepada anak-anak berpanjangan sepanjang hayat, pengorbanan dan kudrat dicurah siang -malam, hanya tahu memberi dan tidak mengharapkan apa-apa balasan dari anak kerana menginsafi anak itu adalah lahir dari kandungannya yang dijaga penuh selama sembilan bulan.

Mimbar menyeru ingatlah apa yang kita miliki pada hari ini, harta, pekerjaan, pangkat, kesenangan dan keluarga kita adalah hasil dari pengorbanan mereka. Tanpa mereka kita tidak dapat melihat dunia ini dan tanpa nasihat dan pengorbanan mereka kita tidak akan memiliki semua ini. Sehubungan itu, kita sebagai anak wajib menghormati, mentaati dan berbuat baik terhadap mereka. Ini sebagai suatu penghormatan tertinggi daripada anak dan membalas jasa ibu bapa mereka.

Firman Allah SWT dalam surah al-Israk ayat 23-24:

Maksudnya: “Dan Tuhanmu telah perintahkan, supaya engkau tidak menyembah melainkan kepada-Nya, dan hendaklah engkau berbuat baik kepada kedua ibu bapa. Jika salah seorang dari keduanya, atau kedua-duanya sekali, sampai kepada umur tua dalam jagaan dan peliharaanmu, maka janganlah engkau berkata kepada keduanya sekalipun perkataan 'ah', dan janganlah engkau menengking mereka, tetapi katakanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu kepada keduanya kerana belas kasihan dan kasih sayangmu, dan doakanlah: Wahai Tuhanku! Kasihanilah mereka berdua sebagaimana mereka telah memelihara dan mendidikku semasa kecil.”

Muslimin yang di Rahmati Allah,

Tidak dapat dinafikan bahawa kasih sayang seorang ibu mengatasi segalanya, tidak dapat dinilai dengan emas dan perak, tidak dapat dibayar dengan wang ringgit. Berdasarkan sifat dan naluri keibuan, maka tidak hairan kasih sayang dan pengorbanannya melebihi segalanya.

Tidak hilang dihati seorang ibu perasaan rindu terhadap anak-anaknya walaupun sesaat, kadang-kala ibu tidak dapat menyuap makanan ke mulutnya dan melelapkan matanya kerana teringatkan anak-anaknya ini dan ada ketikanya air mata berlinangan mengalir membasahi dipipinya kerana mengenang dan merindui akan anak-anak. Mimbar mengingatkan, bilakah kali terakhir kita bertemu dengan mereka, menatap wajah dan mencium tangan mereka?.Ambillah kesempatan yang ada semasa hidup sebelum mereka pergi buat selama-lamanya.

Kebiasaan kita sebagai anak akan lebih mengingati dan menyebut nama ibu. Jika kita ada masalah kita akan luahkan kepada ibu, kita lebih suka berkongsi perasaan dengan ibu, jika kita sakit, kita lebih suka ibu yang jaga. Kalau hendak makan, kita lebih suka ibu yang masak dan suapkan. Sehinggakan untuk memasuki gerbang perkahwinan pun, masih mengharapkan bantuan ibu.

Oleh itu, wajarlah Allah SWT memuliakan ibu sesuai dengan pengorbanannya. Firman Allah SWT dalam surah Luqman ayat 14:

Maksudnya: “Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapanya; ibunya telah mengandungnya dengan menanggung kelemahan atas kelemahan dan menceraikan susunya dalam masa dua tahun; bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua ibu bapamu; dan kepada Akulah tempat kembalimu.”

Rasulullah SAW ketika menjawab pertanyaan seorang sahabat bersabda :

Maksudnya: “Siapakah yang paling berhak saya pergauli dangan baik? Nabi bersabda “Ibumu”, Orang itu bertanya kemudian siapa lagi? Nabi bersabda “Ibumu”, Orang itu bertanya kemudian siapa lagi, Nabi bersanda “Ibumu”. Orang itu bertanya kemudian siapa lagi, Nabi bersabda : Ayahmu.”(Riwayat al- Bukhari)

Al-Bazzar meriwayatkan, ada seorang lelaki sedang tawaf dengan mengendung ibunya, maka lelaki itu bertanya kepada Rasulullah SAW, “Apakah dengan ini saya telah melaksanakan kewajipan saya kepadanya? Rasulullah SAW menjawab “Tidak, tidak sebanding dengan satu kali hembusan nafas ketika ibumu melahirkanmu.”

Betapa besarnya pengorbanan ibu-bapa, namun persoalannya kini, bagaimana pula pengorbanan anak untuk menghargai dan membalas balik jasa serta pengorbanan ibu yang tidak terhitung ini. Inilah persoalan yang perlu direnung setiap anak, apakah mereka sudah menunaikan kewajipan terhadap ibunya.

Imam Muslim meriwayatkan daripada Abdullah bin Mas’ud RA berkata bahawa beliau pernah bertanya Rasulullah SAW tentang amalan paling utama. Baginda bersabda: Solat pada waktunya. Beliau bertanya lagi: Kemudian apa lagi? Baginda bersabda: Berbakti kepada kedua ibu bapa. Beliau bertanya lagi: Kemudian apa lagi? Baginda bersabda: Berjuang pada jalan Allah”.

Muslimin yang di Rahmati Allah,

Islam menganjurkan agar setiap anak menghormati dan berbakti kepada ibu bapa selagi suruhan tersebut tidak melanggari syariat Islam. Jika anak-anak mengingkari perintah ibu bapa, maka itu adalah derhaka dan satu dosa besar walau hanya menyebut ungkapan ‘uuh’ atau ‘aah’ dikira sebagai menyakiti dan menderhaka, apatah lagi jika ada antara anak mencerca, memaki dan memukul ibu bapa mereka.

Imam Bukhari meriwayatkan bahawa Abdullah bin Amru bin al-'As RA bertanya Rasulullah SAW tentang dosa besar. Sabda baginda: Antara dosa besar ialah seorang lelaki mencerca ibu bapanya. Tanyanya lagi: Wahai Rasulullah! Adakah akan berlaku seorang lelaki memaki-hamun ibu bapanya? Jawab Nabi SAW: Ya. Seorang lelaki memaki hamun bapa seorang lelaki lain, nescaya lelaki itu memaki kembali bapanya, begitu juga sekiranya seorang lelaki memaki hamun ibu seorang lelaki lain, nescaya lelaki itu juga akan memaki hamun ibunya.

Mimbar mengingatkan jemaah dan umat Islam sekalian, bahawa menyayangi ibu bapa bukan sekadar ketika keduanya masih hidup sahaja tetapi sebenarnya berpanjangan ketika mereka berada di alam arwah atau alam kubur. Roh orang mati tetap hidup di sisi Allah. Menurut Abu Darda’, Allah SWT telah menempatkan roh orang mukmin di sebuah perkampungan di langit ketujuh yang diberi nama Darul Baida’. Dari sana roh orang mukmin sentiasa diberi peluang oleh Allah SWT untuk melihat amalan atau kegiatan manusia yang masih hidup di dunia khususnya anak-anak atau kaum kerabat mereka.

Roh sentiasa bertanya khabar kepada jenazah yang baru tiba di alam arwah terutama tentang kehidupan keluarga mereka di dunia. Setiap hari amalan umat Muhammad diangkat ke langit dan segala amalan tersebut dipertonton kepada roh ibu bapa kita. Oleh itu gembirakanlah roh ibu bapa kita dengan amalan soleh semasa kita masih hidup di duna ini. Roh–roh ibu-bapa akan sakit, tersiksa dan menderita jika melihat amalan anak-anak mereka terlibat melakukan dosa besar seperti berzina, berjudi, minum arak, rasuah, memfitnah orang, bersubahat melakukan kezaliman, penganiayaan dan perbuataan maksiat lain.

Perbuatan anak di dunia menjadi ukuran dan bukti adakah kita yang masih hidup ini sebenar-benar menyayangi ibu-bapa kita. Apalah gunanya anak-anak mengadakan majlis kenduri tahlil dan doa selamat setiap minggu, setiap tahun sedangkan perbuatan harian mereka penuh dengan maksiat, kejahatan dan melakukan dosa besar.

Rasulullah SAW bersabda:

Mafhumnya : Sesungguhnya amal-amal kamu dibentangkan kepada keluarga dan kaum kerabat kamu yang telah mati; maka kalau amal perbuatan kamu itu baik-mereka gembira mengetahuinya, dan kalau sebaliknya, mereka (berdoa untuk kamu dengan) berkata : ‘ Ya Allah Ya Tuhan kami, berilah kaum kerabat kami yang hidup itu hidayah pertunjuk, sebagaimana engkau telah member hidayah petunjuk kepada kami (sehingga kami mati dalam iman)’. (Riwayat Imam Ahmad dan al-Tirmizi)

Muslimin yang di Rahmati Allah,

Bersempena dengan kedatangan bulan Rejab yang diketahui mempunyai banyak kelebihan, marilah kita sama-sama mengambil kesempatan untuk melipatgandakan ibadah dan memperbanyakkan amalan sunat. Antaranya berpuasa sunat sekurang-kurangnya satu hari dari bulan Rejab, bersedekah dan menziarahi ibu bapa.

Perlu diinsafi, ketidakredhaan ibu-bapa kepada sikap keji anak-anak ini mengundang kemurkaan Allah SWT. Selama mana kita tidak diredhai oleh ibubapa, selama itu juga kita hidup dalam kemurkaan dan derhaka terhadap Allah SWT, sepertimana kisah Alqamah di zaman Rasulullah yang mengutamakan isterinya berbanding ibunya sendiri. Akhirnya ketika hampir meninggal dunia dia tidak dapat mengucap dua kalimah syahadah kerana ibunya enggan memaafkannya.

Mimbar menyeru, marilah sama-sama kita menzahirkan perasaan kasih sayang terhadap ibu setiap masa. Memberi kasih sayang kepada mereka bukan sekadar memberi hadiah bahkan seluruh jiwa dan raga kita serahkan kepada ibu. Mimbar menyeru jemaah dan umat Islam sekalian, gembirakanlah mereka dan carilah keredhaan mereka serta perbanyakkanlah doa keampunan kepada mereka.

Budayakanlah amalan memuliakan dan menghormati ibu-bapa di sepanjang kehidupan kita dan janganlah hanya dibuat pada masa-masa tertentu sahaja.

Ambillah kesempatan yang ada ini untuk menyayangi sebelum mereka didatangi ajal. Mengakhiri khutbah marilah kita mengambil beberapa pengajaran penting berikut:

Pertama : Kepentingan menjaga ibu lebih utama daripada perang di jalan Allah.

Kedua : Berbuat baik kepada ibu- bapa mestilah menjadi keutamaan yang paling atas selepas kewajipan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Ketiga : Redha Allah adalah terletak pada redha kedua ibu-bapa dan kemurkaan Allah terletak pada murka kedua ibu bapa.

Keempat : Roh ibu-bapa akan sakit dan terseksa jika anak-anak yang masih hidup melakukan amalan yang bercanggah dengan ajaran Islam.

Sebagai renungan hayatilah firman Allah SWT dalam firman-Nya:

Maksudnya: “Dan rendahkanlah dirimu kepada keduanya kerana belas kasihan dan kasih sayangmu, dan doakanlah: Wahai Tuhanku! Kasihanilah mereka berdua sebagaimana mereka telah memelihara dan mendidikku semasa kecil.”(Sural al-Israa’:24)

Info Semasa IBU MENGANDUNG TENGOKLAH CERITA HANTU
Eloklah, banyakkanlah cerita hantu tahyul di tv, pawagam dan majalah. Tidak hairanlah sekarang ini semakin banyak gangguan jin dan syaitan. Keluarga berkecamuk, anak-anak sering menangis, remaja tak tenang duduk rumah, kes perceraian rumah tangga semakin meningkat. Orang di India pula yang jumpa kajian bahawa wanita mengandung yang sering menonton siri seram di televisyen di sebelah malam didapati melahirkan anak yang kuat menangis.

Padahal ulama dan para ustaz kita dah kata lama dah.

Tonton siri seram lahir anak kuat menangis

Utusan Malaysia 20 Jun 2010. CHENNA 19 Jun - Wanita mengandung yang sering menonton siri seram di televisyen di sebelah malam didapati melahirkan anak yang kuat menangis, demikian menurut satu kajian.

Kajian Kolej Perubatan Madras di sini mendapati bayi yang dilahirkan oleh wanita mengandung yang suka menonton siri televsiyen Tamil seperti Chitty lebih kerap menangis.

"Terdapat perbezaan antara bayi yang dilahirkan oleh ibu yang tidur lewat menonton siri televisyen lewat malam berbanding dengan ibu mengandung yang tidur awal.

"Bayi yang dilahirkan oleh ibu yang tidur lewat didapati sering menangis termasuk selepas diberi makan," kata Dr. S. Elango, bekas pengarah kesihatan awam dan pencegahan perubatan Tamil Nadu kepada Bernama.

Kajian khas ini dibuat di kalangan 3,500 wanita mengandung selama dua tahun mulai 2007 hingga 2009 di kawasan luar bandar di Tamil Naidu.

Ibu-ibu tersebut dipantau semasa mereka sedang mengandung manakala bayi mereka turut diperhatikan sehingga beberapa hari dilahirkan.

Kajian turut mendapati bayi yang dilahirkan oleh ibu yang tidak menonton televisyen lebih nyenyak tidur. — BERNAMA

Thursday, June 17, 2010

Sedikit Tips Untuk Mendidik Anak Menjadi Pintar
Artikel
"INFO: Tip untuk ibu bapa
Sebaik kandungan mencecah empat bulan, ibu digalakkan baca surah al-Fatihah, ayat Kursi dan surah al-Inshirah. Surah Fatihah adalah ibu al-Quran, ayat Kursi bertujuan menghalau gangguan syaitan manakala surat al-Inshirah untuk melapangkan hati dan fikiran.
  • Selepas bersalin, baca surah berkenaan ketika menyusukan anak dan dihembuskan di kepala. Ia boleh diteruskan sehingga anak cukup umur.


Waktu ketika anak antara sedar dan tidak. Rebut peluang bisikkan kata-kata nasihat, pujian dan pesanan. Ambil masa seminit, dua untuk membacakan doa sambil mengusap kepala mereka selain memberikan nasihat.
  • Doakan kejayaan anak, rakan anak mereka, anak rakan dan jiran.


FAKTA: Rahsia pemakanan ilmuwan Islam

  • 1) Madu - Madu adalah makanan yang sangat berkhasiat. Al-Quran mengiktiraf ia ‘shifa’ iaitu penyembuh penyakit. Madu didapati berkesan untuk merawati penyakit dan boleh menghindarkan kepenatan kerja otak seperti berfikir, membaca, merancang dan bermesyuarat. Ia perlu diambil dua sudu teh (gunakan sudu plastik) pada waktu pagi dan malam.
  • 2) Kismis - Mengandungi zat besi yang amat diperlukan untuk membina darah bagi memastikan bekalan oksigen yang mencukupi untuk disalurkan ke otak. Adab memakannya ialah dengan mengadap Kiblat, membaca Bismillah dan selawat tiga kali diikuti doa penerang hati. Ia perlu dimakan seperti memakan gula-gula kerana dikatakan tidak berkesan jika dikunyah dan diambil satu persatu sebanyak 21 biji setiap hari.
  • 3) Susu segar - Susu berguna untuk kesihatan otak, mempertajamkan ingatan, membekalkan tenaga mental dan fizikal. Susu mengandungi tiga unsur semula jadi iaitu keju, lemak dan air yang amat diperlukan untuk pertumbuhan badan dan otak. Susu yang terbaik untuk ketajaman minda ialah susu kambing, biri - biri dan lembu yang segar. Ia diminum segelas pada sebelah pagi dan malam.
  • 4) Telur - Bermanfaat untuk menambah kekuatan otak, badan dan menjaga kesihatan keseluruhannya. Ahli - ahli kesihatan mengakui ia adalah makanan yang lengkap dan berkhasiat. Telur yang terbaik ialah telur ayam kampung dan yang masih baru.
  • 5) Halia - Ia sangat mujarab untuk menghindar masalah lupa. Ia boleh dimakan mentah atau dibuat halwa. Halwa ialah halia yang dijadikan Dimakan sedikit saja pada waktu pagi.
  • 6) Buah Delima - Mujarab untuk penerang hati seperti sabda Nabi Muhammad SAW: “Sesiapa yang memakan buah delima keseluruhannya, sesungguhnya Allah menerangkan hatinya selama 40 hari

Tuesday, June 8, 2010

TU DIA ... REKOD BURGER TERBESAR DUNIA


GAMBAR menunjukkan hamburger 81 kilogram.

SYDNEY - Kafe Sydney di Australia mendakwa berjaya memecah rekod dunia setelah ia menghasilkan burger gergasi berinti daging lembu seberat 81 kilogram (kg) yang mengambil masa 12 jam untuk disediakan kelmarin.

Burger gergasi itu dimasak oleh dua pemilik kafe berkenaan, Joe dan Iman El-Ajouz di bandar ini dengan berat keseluruhan 90 kg sekali gus menenggelamkan rekod sebelum ini, 84kg yang dicatat di negeri Michigan, Amerika Syarikat.

Burger tersebut mengandungi daging lembu, 120 biji telur, 150 kepingan keju, 1.5kg lobak, 2.5kg tomato dan 2kg salad dengan dilapisi sos istimewa dan roti ban gergasi. - Reuters

Saturday, June 5, 2010


SATU LAGI MISI BANTUAN MENCABAR ISRAEL

Ketika Israel masih lagi berdepan dengan kecaman masyarakat antarabangsa kerana serangan ganas tenteranya terhadap konvoi kapal Freedom Flotilla yang hendak membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza, kini Israel berdepan dengan satu lagi kapal – Rachel Corre - yang akan membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza yang kini sedang menghampiri pantai Gaza.

Kapal yang mengibarkan bendera Ireland, adalah sebuah kapal dagang yang dibeli oleh para aktivis pro-Palestin dan dinamai menurut nama seorang sukarelawan Amerikayang terbunuh dirempuh oleh bulldozer Israel di Jalur Gaza pada 2003. Kapal itu berangkat dari Malta baru-baru ini, sebuah negara kepulauan di Eropah Selatan.

Perdana Menteri Ireland, Brian Cowen, mendesak Israel untuk membenarkan kapalnya menyampaikan bantuan ke Gaza. Kapal tersebut membawa 15 aktivis termasuk seorang pemenang Nobel Perdamaian dari Ireland Utara, Mairead Corrigan Maguire dan Denis Halliday, seorang mantan diplomat veteran Ireland ke PBB, dan beberapa warga negara Ireland lainnya. Turut serta empat orang sukarelawan Malaysia.

"Pemerintah Ireland secara rasmi meminta kerajaan Israel untuk membenarkan kapal milik Ireland masuk ke Gaza membawa bantuan kemanusiaan," kata Cowen Parlemen di Dublin. Sementara itu, Israel berkeras bahwa kapal manapun datang ke Jalur Gaza akan dilarang.
Namun para aktivis tidak merasa gentar gentar. "Misi kami adalah untuk mematahkan sekatan Israel terhadap 1.5 juta penduduk Gaza dan ini tidak akan menjadi armada terakhir," kata jurucakap Free Gaza Movement Greta Berlin, di Cyprus.

Radio Angkatan Darat Israel melaporkan bahwa kapal itu akan tiba di perairan Gaza pada Jumaat, tapi Berlin menyatakan paling cepat mereka akan sampai pada awal minggu depan. Sekali lagi Israel akan berkonfrantasi dengan masyarakat antara bangsa dan ini menunjukkan ia semakin terpencil dan dibenci oleh dunia, kecuali Amerika.

Liga Arab pula mengumumkan akan memfailkan saman terhadap Israel kerana melanggar hak asasi manusia kerana mengadakan sekatan terhadap Gaza dan menyerang kapal bantuan kemanusiaan ke Gaza. Langkah ini dilihat lebih kejam, disusul dengan demonstrasi seluruh dunia yang mengutuk rejim Israel.

Sementara itu, banyak yang dapat dipelajari dari peristiwa serangan ganas tentera rejim Israel terhadap kapal misi yang membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza. Rupanya ada hikmah peristiwa ini. Hendaknya mayarakat, khususnya umat Islam, wajar berfikir secara mendalam akan peristiwa ini. Natijah peristiwa ini ialah:

Pertama. Isu Gaza tidak lagi hanya menjadi isu umat Islam, tetapi kini telah menjadi isu kemanusiaan yang menjadi fokus masyarakat antarabangsa, khususnya negara Eropah. Perkembangan ini sangat menarik, menyebabkan Amerika kebingungan bagaimana hendak menghadapi situasi yang tidak pernah berlaku selama ini dan tidak pernah diduganya.

Kedua. Selama ini penentangan terhadap pencerobohan Israel di Palestin, khususnya kepungan terhadap Gaza banyak disuarakan oleh umat Islam, justeru majoritinya adalah umat Islam. Tetapi kini senarionya berubah sama sekali dengan kebangkitan masyarakat antarabangsa menentang Israel kerana kekejaman Yahudi itu yang tidak dapat diterima oleh masyarakat betamadun.

Ketiga. Kemunculan negara Turki yang mengambil inisiatif – bersama NGO hak asasi manusa di Eropah – untuk menyediakan kapal dan mengumpul bantuan kemanusiaan ke Gaza. Ini menyebabkan kerajaan Turki dan rakyatnya muncul menjadi pembela nasib rakyat Gaza, di mana pemerintah Turki pimpinan Presiden Abdullah Gull dan Perdana Menteri, Recip Toyyeb Erdogan sebagai pembela rakyat Gaza.

Keempat. Keberanian Turki memberi amaran dan mencabar Israel kerana keangkuhan dan sikap tidak berperikemanusiaannya.

Kelima. Sikap positif pemerintah negara Eropah dan rakyatnya terhadap krisis kemanusiaan di Gaza, akibat dikepung oleh Israel.

Keenam.Sikap tidak berperikemanusiaan pemerintah Mesir yang terus menutup sempadan ke Gaza melalui Rafah menyebabkan semua bantuan kemanusiaan melalui jalan darat ke Gaza terhalang. Hanya di saat akhir negara itu membuka sedikit sempadan dengan pemeriksaan sangat ketat dan hanya mereka yang mempunyai urusan amat penting baru mendapat surat izin dari kerajaan Mesir untuk rakyat Gaza menyeberang ke Mesir dan sebaliknya. Mesir hanya membuka sempadannya setelah masyarakat antara bangsa mengutuk Israel kerana tindakannya menyerang konvoi bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Ketujuh. Menyerlahkan sikap Israel yang terus berdegil untuk meneruskan sekatan ke Gaza dan enggan menerima keputusan Majlis Keselamatan Bangsa-Bangsa Bersatu supaya diadakan Suruhanjaya Penyiasat Antarabanga mengenai isu serangan terhadap misi bantuan kemanusiaan ke Gaza. Israel juga masih mendakwa serangan itu dimulakan oleh sukarelawan kemanusiaan di kapal tersebut yang kononnya membawa pelagai senjata, dakwaan ini dinafikan oleh pelbagai pihak.

Inilah perkembangan baru yang sangat menarik, membuka mata masyarakat antarabangsa mengenai kezaliman Israel. Selepas ini, jika masih ada lagi negara umat Islam, khususnya pemerintah negara Arab, yang mengadakan hubungan diplomatik dengan Israel mestilah dihentikan. Sungguh malang, setelah masyarakat antarabangsa, khususnya masyarakat Eropah menentang kekejaman Israel, mengapa masih ada lagi negara Arab yang mengadakan hubungan dengan negara haram Yahudi itu.